Pengawas Proyek Jalan Kasui–Air Ringkih Bungkam Saat Ditanya Progres dan Kualitas; Warga Khawatir Pembangunan Cepat Rusak
- account_circle ROJALI
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

-
*Pengawas Proyek Jalan Kasui–Air Ringkih Bungkam Saat Ditanya Progres dan Kualitas; Warga Khawatir Pembangunan Cepat Rusak*
*WAY KANAN*, Wartahukum.id – Pembangunan ruas jalan Kasui–Air Ringkih yang telah dinantikan puluhan tahun oleh masyarakat akhirnya mulai terealisasi. Namun, di tengah harapan akan konektivitas yang lebih baik, muncul kekecewaan saat Awak Media Wartahukum.id berupaya mengonfirmasi langsung kepada pengawas lapangan proyek tersebut, Adi.
Ketika awak media menghubungi pengawas proyek melalui telepon WhatsApp untuk menanyakan sejauh mana progres fisik pembangunan dan apakah spesifikasi material sudah sesuai standar teknis yang ditetapkan, Adi memilih bungkam dan menolak memberikan keterangan.
-
Sikap tertutup ini memicu tanda tanya besar di kalangan warga mengenai transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan pekerjaan.
Ruas jalan Kasui–Air Ringkih merupakan infrastruktur vital yang menghubungkan sejumlah kampung terpencil.
Selama beberapa dekade, kondisi jalan yang rusak parah telah menyulitkan mobilitas warga, terutama saat musim hujan. Masuknya anggaran perbaikan menjadi kabar gembira, namun euforia itu kini dibayangi keraguan akibat minimnya komunikasi dari pihak pelaksana dan pengawas.
-
“Warga tidak minta mewah, kami hanya ingin jalan yang awet. Jangan sampai baru setahun dibangun sudah bolong-bolong lagi karena bahan atau pengerjaannya tidak berkualitas,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya.
Aspirasi senada juga disampaikan warga lainnya yang berharap pengawasan dilakukan secara ketat dan terbuka.
-
“Kami bayar pajak, kami berhak tahu uang negara dipakai untuk apa. Kalau pengawas bernama Adi saja tidak mau bicara saat ditanya wartawan, bagaimana kami bisa yakin jalan ini dibangun dengan benar?” tambahnya.
Kondisi ini mengingatkan pada sejarah panjang pembangunan infrastruktur di daerah yang kerap bermasalah dengan kualitas rendah akibat lemahnya supervisi. Masyarakat mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Way Kanan serta instansi terkait untuk turun tangan memastikan:
1. *Transparansi Progres*: Memberikan update berkala yang dapat diakses publik mengenai persentase penyelesaian fisik.
2. *Uji Material Independen*: Melakukan sampling dan pengujian laboratorium terhadap campuran aspal/beton secara acak untuk menjamin kekuatan struktur jalan.
3. *Responsivitas Pengawas*: Mewajibkan pengawas lapangan seperti Adi bersikap profesional dan terbuka terhadap pertanyaan publik maupun media sebagai bentuk pertanggungjawaban moral.
4. *Mekanisme Pengaduan*: Menyediakan saluran resmi bagi warga untuk melaporkan dugaan penyimpangan atau ketidaksesuaian spesifikasi selama masa konstruksi.
Pembangunan jalan bukan sekadar menuangkan beton atau menghamparkan aspal, melainkan investasi jangka panjang bagi kesejahteraan rakyat. Jika pengawas saja enggan berdialog, maka fondasi kepercayaan masyarakat terhadap integritas proyek ini telah retak sejak awal.
Rojali Dan Team media Jurnallampung akan terus memantau perkembangan pembangunan ruas jalan Kasui–Air Ringkih dan akan kembali mencoba menghubungi saudara Adi serta pihak-pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi komprehensif.
Masyarakat berhak atas infrastruktur yang layak, aman, dan bertahan lama—bukan janji manis yang pudar seiring bergantinya.
*Rojali/Rls*
- Penulis: ROJALI
- Editor: RojaliJalex
- Sumber: `WAY KANAN, WARTAHUKUM




