Ketua Aliansi TKBM Bantah Isu Mogok Nasional, Jusuf Rizal: Saat Ini Kondisi Pekerja Pelabuhan Kondusif
- account_circle Redaksi Warta Hukum
- calendar_month 58 menit yang lalu
- print Cetak

Jakarta, WARTA HUKUM – Ketua Aliansi TKBM Pelabuhan Seluruh Indonesia, KHR. HM. Jusuf Rizal, SH, membantah kabar yang menyebut akan terjadi aksi mogok nasional oleh pekerja dan buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di berbagai pelabuhan Indonesia. Menurutnya, hingga saat ini kondisi pekerja TKBM masih kondusif dan tidak ada agenda resmi yang membahas aksi mogok secara nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Jusuf Rizal untuk menanggapi munculnya informasi mengenai kelompok yang mengatasnamakan pekerja TKBM dan mengancam akan menggelar mogok nasional sembari menyampaikan berbagai tuntutan kepada pemerintah.
Menurut Jusuf Rizal, setiap keputusan strategis yang menyangkut aksi nasional harus melalui pembahasan bersama di internal aliansi. Karena itu, ia menegaskan bahwa informasi mengenai mogok nasional tidak berasal dari Aliansi Serikat Pekerja dan Buruh TKBM Pelabuhan Seluruh Indonesia (ASPBTKBMPSI).
“Jika ditanya apa ada agenda mogok nasional dari aliansi pekerja dan buruh TKBM Pelabuhan Seluruh Indonesia, saya bisa jawab untuk saat ini tidak ada. Jika mau ada mogok nasional biasanya kami bahas,” tegas Jusuf Rizal.
Ketua Aliansi TKBM Tegaskan Organisasi Tetap Solid
Jusuf Rizal menjelaskan, Aliansi Serikat Pekerja dan Buruh TKBM Pelabuhan Seluruh Indonesia dibentuk sebagai wadah koordinasi berbagai organisasi pekerja yang bergerak di sektor kepelabuhanan, transportasi, dan tenaga kerja bongkar muat.
Aliansi tersebut merupakan gabungan empat organisasi besar, yakni Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (FSPTI) yang dipimpin Muhammad Nasir, Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (FSPTSI) yang diketuai Jusuf Rizal, Serikat Pekerja Maritim Indonesia (SPMI) di bawah kepemimpinan Ujang Supriatin, serta Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) ’92 yang dipimpin Sunarti.
Keempat organisasi tersebut menaungi ribuan pekerja di sektor kepelabuhanan, transportasi, pelayaran, hingga sektor informal di berbagai daerah di Indonesia.
Pembentukan aliansi bertujuan memperkuat koordinasi antarlembaga, meningkatkan pembinaan organisasi, memperjuangkan kesejahteraan anggota, serta menjaga soliditas pekerja dan buruh TKBM di seluruh Indonesia.
Tidak Ada Pembahasan Mogok Nasional
Jusuf Rizal menegaskan, apabila benar akan dilakukan aksi mogok nasional, maka pembahasan tersebut seharusnya melibatkan seluruh unsur organisasi yang tergabung dalam aliansi.
Ia mempertanyakan kelompok yang mengatasnamakan pekerja TKBM tanpa kejelasan basis keanggotaannya.
“Kalau ada yang bawa atas nama pekerja TKBM mau mogok nasional, pekerja pelabuhan mana. Sebab anggota Koperasi TKBM saja anggotanya hampir 100 ribu orang tersebar hampir seluruh pelabuhan. Belum anggota federasi dan konfederasi lainnya,” tegas Jusuf Rizal.
Menurutnya, hingga kini tidak pernah ada agenda resmi maupun keputusan organisasi yang membahas rencana mogok nasional.
Ia menilai terdapat kemungkinan adanya pihak tertentu yang membawa nama pekerja TKBM untuk kepentingan di luar perjuangan buruh.
Duga Ada Kepentingan Pribadi
Jusuf Rizal juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya. Ia menduga isu mogok nasional dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi.
“Kami duga ada mensrea (niat tidak baik) yang ujungnya buka bela nasib pekerja TKBM, tapi kepentingan pribadi. Yang seperti ini saat musim politik biasa muncul. Paling cari panggung dan cari logistik,” imbuh Jusuf Rizal.
Ia berharap seluruh pekerja TKBM tetap menjaga persatuan, mengedepankan komunikasi organisasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum memiliki dasar maupun keputusan resmi dari organisasi pekerja yang sah.
Penerbit: Muhammad Toyyib
- Penulis: Redaksi Warta Hukum




