Breaking News
light_mode

Hari Anti Narkoba Internasional 2026, Wagub Aceh Ajak Masyarakat Perkuat Komitmen Bersama Berantas Narkotika

  • account_circle Helmy
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
  • print Cetak

BANDA ACEH, wartahukum.id Hari Anti Narkoba Internasional Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Aceh untuk kembali menguatkan komitmen bersama dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Wakil Gubernur Aceh, Fadlullah, mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan, keluarga, dan generasi muda dari ancaman narkoba.

Menurutnya, pemberantasan narkotika tidak dapat dibebankan hanya kepada aparat penegak hukum. Dibutuhkan sinergi seluruh komponen bangsa, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga keluarga sebagai benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.

Hari Anti Narkoba Internasional Jadi Momentum Penguatan Komitmen

Dalam keterangannya, Fadlullah menegaskan bahwa peringatan Hari Anti Narkoba Internasional harus dimaknai sebagai ajang memperkuat kepedulian serta komitmen bersama untuk melindungi masyarakat dari bahaya narkotika yang dapat merusak masa depan bangsa.

“Saya mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Anti Narkoba Internasional Tahun 2026 sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika,” ujar Fadlullah, SE.

Ia menilai, penyalahgunaan narkoba bukan hanya mengancam kesehatan individu, tetapi juga berdampak pada meningkatnya angka kriminalitas, rusaknya ketahanan keluarga, hingga melemahnya kualitas sumber daya manusia. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara berkesinambungan melalui edukasi, pengawasan, dan keterlibatan aktif masyarakat.

Apresiasi untuk Aparat yang Gagalkan Jaringan Internasional

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Aceh juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh aparat yang telah menunjukkan komitmen dalam memberantas peredaran narkotika.

Apresiasi diberikan kepada Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Bea Cukai, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta seluruh pihak terkait atas keberhasilan mereka menggagalkan penyelundupan narkotika yang diduga melibatkan jaringan internasional.

Keberhasilan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa sinergi antarlembaga merupakan kunci utama dalam mempersempit ruang gerak jaringan narkotika yang terus berupaya memasuki wilayah Indonesia, termasuk Aceh yang memiliki posisi geografis strategis.

Kolaborasi Jadi Kunci Mewujudkan Aceh Bersih Narkoba

Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, memperkuat budaya hidup sehat, serta mendorong kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari narkoba.

Melalui komitmen bersama, diharapkan upaya pencegahan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga diperkuat dengan pendidikan, pembinaan generasi muda, serta pengawasan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Di akhir pernyataannya, Fadlullah kembali menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga Aceh dari ancaman narkotika.

“Bersama, kita wujudkan Aceh Bersih Narkoba,” pungkasnya.

Penulis: Helmy


 

  • Penulis: Helmy

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less