Breaking News
light_mode

Wagub Aceh Dek Fadh Hadiri Maulid Nabi di Pidie

  • account_circle Helmy kaperwil Aceh
  • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
  • print Cetak

Dek Fadh Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah dan Perkuat Persatuan

 

PIDIE, WartaHukum.id — Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, S.E., yang akrab disapa Dek Fadh, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Meunasah Piyoh, Gampong Baroh Barat Yaman, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, Minggu (18/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Dek Fadh didampingi Ketua Staf Ahli TP PKK Aceh, Ny. Mukarramah, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Aceh, Akkar Arafat. Kehadiran rombongan Pemerintah Aceh menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga tradisi keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.

  • Dek Fadh Tekankan Keteladanan Rasulullah

Dalam sambutannya, Dek Fadh menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meneladani akhlak Rasulullah Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Maulid hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi kita untuk semakin mencintai Rasulullah, meneladani akhlak beliau, serta memperkuat persatuan dan kebersamaan dalam membangun Aceh yang lebih baik,” ujar Dek Fadh.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat gotong royong yang tumbuh melalui kegiatan keagamaan. Menurutnya, kebersamaan dan kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam merawat keharmonisan masyarakat Aceh.

  • Wagub Aceh Tampung Aspirasi Masyarakat Pidie

Setelah mengikuti rangkaian kegiatan Maulid Nabi dan makan bersama atau kanduri, Dek Fadh melanjutkan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Dalam suasana kekeluargaan, warga menyampaikan berbagai aspirasi, pandangan, serta persoalan yang menjadi perhatian masyarakat di tingkat gampong.

Dek Fadh menyambut positif dialog langsung tersebut. Ia menilai komunikasi antara pemerintah dan masyarakat diperlukan agar berbagai masukan dari daerah dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan.

“Silaturahmi dan diskusi langsung seperti ini sangat penting agar pemerintah dapat mendengar aspirasi masyarakat dari dekat. Berbagai masukan ini tentu akan menjadi perhatian dan bahan pertimbangan kami, sesuai dengan kewenangan serta prioritas pembangunan Aceh,” tegasnya.

  • Pemerintah Aceh Dorong Komunikasi dengan Masyarakat

Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Aceh berharap hubungan silaturahmi dan komunikasi dengan masyarakat, khususnya di Kabupaten Pidie, dapat terus terjaga.

Dialog langsung dengan warga diharapkan membantu pemerintah memahami kebutuhan masyarakat serta menjadi bagian dari upaya mencari solusi atas berbagai persoalan di tingkat gampong.

Selain memperkuat nilai keagamaan, peringatan Maulid Nabi juga menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga untuk menjaga persatuan serta mendukung pembangunan Aceh.

By. Helmy

 

 

 

 

 

 

  • Penulis: Helmy kaperwil Aceh
  • Editor: Ansori

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less