Dua Terduga Pelaku Pengeroyokan Cipayung Plus Sumsel Serahkan Diri
- account_circle Dede Yusri, kaperwil sum-sel
- calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
- print Cetak

Kapolda Sumsel Perintahkan Pengusutan Menyeluruh, Polisi Masih Telusuri Pelaku Lain
PALEMBANG,wartahukum.id—Dua orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan terhadap Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus Sumatera Selatan (Sumsel) menyerahkan diri kepada pihak kepolisian. Peristiwa tersebut terjadi di depan Markas Polda Sumsel pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana menyampaikan informasi itu ketika menemui massa aksi dari Aliansi Cipayung Plus pada Kamis, 15 Oktober 2026. Aliansi tersebut terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).
-
Dua Orang Berinisial RK dan FA Serahkan Diri
Menurut keterangan Kapolda Sumsel, dua orang berinisial RK dan FA telah menyerahkan diri. Keduanya diduga berasal dari salah satu organisasi kemasyarakatan.
“Kami dapat laporkan kepada teman-teman semua bahwa tadi siang, dua orang dari kelompok masyarakat tertentu, ya dari ormas, sudah menyerahkan diri masing-masing berinisial RK dan FA,” katanya, Kamis (15/10/2026).
Meski dua orang tersebut telah menyerahkan diri, kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlanjut. Penyidik berupaya mengidentifikasi pihak lain yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
-
Kapolda Minta Pelaku Lain Ditelusuri
Rony menyatakan telah memerintahkan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pelaku lainnya dengan memanfaatkan bukti yang tersedia.
“Tapi saya sampaikan kepada Pak (Ditreskrimum), saya tidak puas dengan dua orang itu. Jadi, yang jelas saya sudah perintahkan kepada Pak (Ditreskrimum), cari yang lain, gunakan bukti-bukti yang ada, termasuk video kalau ada, segala macam foto-foto kalau ada, jadikan itu barang bukti,” ujarnya.
Polisi juga meminta masyarakat, termasuk mahasiswa yang memiliki dokumentasi berupa foto atau video kejadian, agar berkoordinasi dengan penyidik Ditreskrimum Polda Sumsel.
Bukti tersebut diharapkan dapat membantu proses identifikasi dan mengungkap rangkaian peristiwa secara lebih menyeluruh.
-
Penyidikan Diklaim Berbasis Bukti Ilmiah
Kapolda Sumsel menegaskan penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang berada di balik peristiwa tersebut. Namun, ia menyatakan proses penyidikan harus didasarkan pada bukti dan metode ilmiah.
“Bapak Kapolri sudah memerintahkan kepada kami untuk investigasi menyeluruh, artinya itu. Sampai dengan siapa di belakang, segala macam seperti itu. Tapi semua harus berbasis scientific investigation,” katanya.
Ia juga menegaskan kepolisian tidak akan menoleransi aksi kekerasan seperti yang terjadi dalam insiden pengeroyokan terhadap mahasiswa Aliansi Cipayung Plus Sumsel.
“Tapi yang jelas kita berkomitmen untuk tidak mentolerir terjadinya peristiwa seperti kemarin,” tegasnya.
-
Polisi Masih Mendalami Kasus
Penyerahan diri dua orang tersebut menjadi bagian dari perkembangan penanganan kasus pengeroyokan di depan Mapolda Sumsel. Kepolisian masih menelusuri dugaan keterlibatan pihak lain dan mengumpulkan bukti untuk kepentingan penyidikan.
Status hukum para pihak serta perkembangan penanganan perkara selanjutnya perlu merujuk pada keterangan resmi kepolisian.
(Dede/rls)
- Penulis: Dede Yusri, kaperwil sum-sel
- Editor: Ansori





