Polisi Peduli Pendidikan, Kapolsek Baradatu Ingatkan Pelajar SMPN 1 Baradatu Jauhi Judi Online hingga Perundungan
- account_circle RojaliJalex
- calendar_month 16 jam yang lalu
- print Cetak

- Kapolsek Baradatu AKP Sunaryo menjadi pembina upacara di SMPN 1 Baradatu Kampung Setia Negara Kecamatan Baradatu Way Kanan Senin 26 Oktober 2026 ingatkan pelajar jauhi judi online dan bullying
Way Kanan, WARTAHUKUM.ID – Polsek Baradatu menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan melalui program Police Goes to School yang diisi dengan kegiatan menjadi pembina upacara di SMPN 1 Baradatu, Kampung Setia Negara Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan. Senin, (26/10/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Baradatu AKP Sunaryo, didampingi PS Panit Propam Aiptu A. Syawal, Bhabinkamtibmas Aiptu Budi Herdianto, PS Panit Binmas Aipda Benny, serta dihadiri oleh Kepala Sekolah, dewan guru dan seluruh siswa-siswi SMPN 1 Baradatu.
Dalam amanatnya sebagai pembina upacara, Kapolsek Baradatu AKP Sunaryo memberikan sejumlah imbauan penting kepada para pelajar. Salah satunya adalah ketegasan agar para siswa bersama-sama berhenti bermain judi online. Ia mengingatkan bahwa judi online dapat merusak masa depan generasi muda, mulai dari aspek psikologis hingga finansial.
Selain itu, Kapolsek juga menyoroti pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2026 yang telah dimulai pelaksanaannya. Mengingat minimnya angkutan umum di wilayah tersebut, banyak siswa yang menggunakan sepeda motor ke sekolah. Kapolsek memberikan penekanan khusus agar para pelajar yang berkendara melengkapi kendaraan sesuai standar pabrik dan tidak menggunakan knalpot brong.
-
“Menurut Kapolsek AKP Sunaryo bahwa sebenarnya secara aturan kalian belum boleh mengendarai sepeda motor, namun diberikan toleransi dengan catatan tetap harus mematuhi peraturan lalu lintas dalam berkendara, tidak ada yang berboncengan lebih dari dua orang,” tegasnya.
Selanjutnya yang menjadi perhatian serius dalam kegiatan ini adalah maraknya kasus perundungan (bullying). Kapolsek mengingatkan agar tindakan perundungan tidak dianggap remeh karena memiliki ancaman sanksi pidana bagi pelakunya.
Ia berharap tidak ada lagi aksi bullying di lingkungan sekolah, mengingat dampaknya yang sangat merusak mental serta fisik korban, bahkan dapat terus terbawa hingga dewasa.
Di akhir arahannya, para siswa diminta untuk senantiasa menjaga nama baik sekolah, mematuhi tata tertib, serta menjadi kebanggaan bagi orang tua dan guru.
- Penulis: RojaliJalex
- Editor: ROJALI
- Sumber: Humas Polsek Baradatu Polres Way Kanan Polda Lampung





