Warga Binaan Kesulitan Air Bersih di Rutan Kelas 1 Tangerang
- account_circle Hengki kabiro Tangerang
- calendar_month 9 menit yang lalu
- print Cetak

Warga Binaan Disebut Kesulitan Mendapatkan Air Bersih Selama Lebih dari Sepekan
TANGERANG,wartahukum.id—Keluhan warga binaan kesulitan air bersih mencuat di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Tangerang. Berdasarkan informasi dari keluarga salah satu warga binaan, kondisi tersebut disebut telah berlangsung lebih dari satu pekan.
Keluarga warga binaan yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan bahwa keterbatasan air bersih berdampak pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk mandi dan menjaga kebersihan diri.
-
Aliansi Masyarakat Tangerang Bersatu Soroti Kondisi Air Bersih
Persoalan tersebut kemudian mendapat perhatian dari lembaga sosial kontrol yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tangerang Bersatu (AMTB).
Aktivis pergerakan AMTB, Ahmad Suhud, mengatakan pihaknya menerima laporan dari keluarga warga binaan mengenai kesulitan memperoleh air bersih yang disebut sudah berlangsung lebih dari satu minggu.
Menurut Suhud, keterbatasan air tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan mandi, tetapi juga menyangkut kesehatan, sanitasi, kebersihan lingkungan, serta kebutuhan warga binaan dalam menjalankan ibadah.
“Kalau benar warga binaan sudah lebih dari satu minggu kesulitan mendapatkan air bersih, ini bukan persoalan kecil. Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia. Bagaimana warga binaan dapat menjaga kesehatan apabila untuk mandi dan membersihkan diri saja mengalami kesulitan,” ujar Ahmad Suhud.
-
AMTB Akan Meminta Klarifikasi kepada Pihak Rutan Kelas I Tangerang
Menanggapi laporan tersebut, sejumlah LSM yang tergabung dalam AMTB berencana melayangkan surat audiensi kepada Kepala Rutan Kelas I Tangerang.
Audiensi tersebut bertujuan meminta klarifikasi sekaligus memastikan kondisi sebenarnya di dalam Rutan. AMTB juga ingin mengetahui penyebab dugaan gangguan pasokan air, lamanya kondisi tersebut berlangsung, serta langkah penanganan yang telah dilakukan.
“Bagaimana mereka bisa menjaga kebersihan diri, membersihkan lingkungan dan menjalankan ibadah dengan baik jika air bersih saja sulit didapat?. Jangan sampai persoalan yang awalnya dianggap teknis justru berkembang menjadi persoalan kesehatan,” tegasnya.
Suhud menegaskan pihaknya tidak ingin mengambil kesimpulan sepihak. Karena itu, klarifikasi langsung dari pihak Rutan dinilai penting untuk mengetahui kondisi sebenarnya.
“Kami akan meminta klarifikasi langsung kepada pihak Rutan. Kalau memang ada kendala teknis, tentu harus dicari solusi secepatnya. Tetapi kalau sampai benar warga binaan kesulitan air bersih selama lebih dari satu minggu, maka ini harus menjadi perhatian serius,” lanjut Ahmad.
-
Hak Dasar Warga Binaan Diminta Tetap Terpenuhi
AMTB juga meminta pihak Rutan Kelas I Tangerang memastikan keterbatasan air bersih tidak berdampak terhadap kesehatan maupun kebutuhan sanitasi warga binaan.
Menurut Aliansi, warga binaan memang menjalani masa pembinaan dan kehilangan sebagian kebebasan, tetapi hak-hak dasar sebagai manusia tetap harus dihormati dan dipenuhi.
AMTB berharap persoalan tersebut segera mendapatkan penyelesaian sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
“Kami datang bukan untuk mencari kesalahan, tetapi menjalankan fungsi kontrol sosial. Kami ingin memastikan warga binaan mendapatkan hak dasarnya, khususnya kebutuhan air bersih. Jika setelah audiensi ditemukan adanya persoalan yang serius, tentu kami akan mempertimbangkan langkah selanjutnya sesuai ketentuan hukum,” pungkasnya.
-
Pihak Rutan Belum Memberikan Konfirmasi
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Rutan Kelas I Tangerang belum memberikan keterangan terkait keluhan tersebut. Pihak media masih berupaya memperoleh penjelasan resmi dan tetap membuka ruang hak jawab bagi pihak Rutan.
(Hengki/rls)
- Penulis: Hengki kabiro Tangerang
- Editor: Ansori





