Polda Lampung Kerahkan 702 Personel dalam Operasi Patuh Krakatau 2026, Pelanggaran Lawan Arus Jadi Sasaran
- account_circle By. Suhairi
- calendar_month Minggu, 25 Okt 2026
- print Cetak

Polda Lampung Kerahkan 702 Personel dalam Operasi Patuh Krakatau 2026, Pelanggaran Lawan Arus Jadi Sasaran
WARTAHUKUM.ID, LAMPUNG – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung mengerahkan 702 personel dalam pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Pelanggaran melawan arus menjadi salah satu sasaran utama dalam operasi tersebut karena berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan dan memicu kecelakaan lalu lintas.
Operasi Patuh Krakatau 2026 dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, menekan angka kecelakaan, serta mengurangi fatalitas korban di jalan raya.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menegaskan, keberhasilan operasi tidak semata-mata diukur dari jumlah pelanggar yang ditindak, tetapi juga dari perubahan perilaku masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas.
“Keberhasilan operasi harus dilihat dari meningkatnya kesadaran masyarakat, perubahan perilaku berkendara, menurunnya angka kecelakaan, serta berkurangnya fatalitas korban kecelakaan lalu lintas,” kata Yuni, Minggu (25/10/2026).
Menurutnya, pelanggaran melawan arus menjadi salah satu perhatian serius karena dapat memicu kecelakaan dan mengancam keselamatan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.
Untuk itu, Polda Lampung bersama jajaran Polres dan Polresta akan meningkatkan pengawasan serta langkah pencegahan di sejumlah lokasi yang rawan terjadi pelanggaran lalu lintas.
Yuni mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil jalan pintas dengan melawan arus karena tindakan tersebut berisiko membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mengambil jalan pintas dengan melawan arus karena tindakan tersebut sangat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujarnya.
Selain pelanggaran melawan arus, petugas juga menyasar pengendara yang menggunakan telepon genggam saat berkendara, tidak menggunakan helm atau sabuk keselamatan, menerobos lampu merah, serta melampaui batas kecepatan.
702 Personel Dikerahkan, Penindakan Utamakan ETLE
Dalam Operasi Patuh Krakatau 2026, sebanyak 702 personel diterjunkan, terdiri dari 94 personel satuan tugas Polda Lampung dan 608 personel satuan tugas Polres atau Polresta jajaran.
Penegakan hukum akan mengoptimalkan penggunaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau sistem penindakan pelanggaran lalu lintas berbasis elektronik.
Selain melalui ETLE, petugas juga dapat melakukan penindakan secara langsung maupun memberikan teguran simpatik sesuai ketentuan yang berlaku.
Polda Lampung turut menekankan pentingnya pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis selama operasi berlangsung. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi, pendidikan masyarakat, serta edukasi keselamatan berkendara melalui kegiatan safety riding dan safety driving.
Yuni menegaskan, kehadiran polisi lalu lintas di tengah masyarakat tidak hanya bertujuan menindak pelanggaran, tetapi juga memberikan perlindungan dan memastikan keselamatan pengguna jalan.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa kehadiran polisi lalu lintas adalah untuk melindungi, melayani, dan menjaga keselamatan mereka,” katanya.
Melalui Operasi Patuh Krakatau 2026, Polda Lampung berharap kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan lalu lintas semakin meningkat, sehingga tercipta kondisi lalu lintas yang tertib, aman, dan lancar serta dapat menekan angka kecelakaan di wilayah Lampung.(Suhairi),
- Penulis: By. Suhairi





