Lampung Barat Usia 53 Tahun, Parosil Klaim Ekonomi Tumbuh
- account_circle Irfan fajri kabiro lampung barat
- calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
- print Cetak

HUT Lampung Barat, Parosil Paparkan Capaian Ekonomi dan Infrastruktur
LAMPUNG BARAT,Wartahukum.id—Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyampaikan pidato dalam Sidang Paripurna Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lampung Barat ke-53 di ruang sidang DPRD Lampung Barat, Rabu (23/9/2026).
Sidang tersebut dibuka Ketua DPRD Lampung Barat Edi Novial. Dalam pidatonya, Parosil memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah, mulai dari pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, pendidikan, kesehatan, hingga kondisi infrastruktur.
Di balik capaian tersebut, Parosil juga mengakui kemampuan fiskal daerah masih terbatas sehingga pembangunan membutuhkan dukungan pemerintah pusat melalui berbagai program dan skema pendanaan.
-
Tema Setawitan, Seuyunan, Sehangguman, Maju Jejama
Dalam pidatonya, Bupati Lampung Barat menjelaskan makna tema “Setawitan, Seuyunan, Sehangguman, Maju Jejama” yang diterjemahkan sebagai satu tujuan, satu arah, satu hati, dan maju bersama.
Nilai tersebut dikaitkan dengan visi pembangunan Lampung Barat Hebat dan semangat menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut data makro yang dipaparkan, angka kemiskinan Lampung Barat pada 2025 turun menjadi 9,93 persen dari 10,68 persen pada tahun sebelumnya.
Jumlah penduduk miskin juga disebut berkurang sekitar 2.200 jiwa menjadi 31.230 jiwa.
-
Pertumbuhan Ekonomi Lampung Barat Capai 5,45 Persen
Parosil menyampaikan pertumbuhan ekonomi Lampung Barat mencapai 5,45 persen atau meningkat 1,09 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp10,733 triliun, meningkat dari sekitar Rp9,9 triliun. Sementara pendapatan per kapita disebut mencapai Rp33,77 juta.
Struktur ekonomi Lampung Barat masih didominasi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi sebesar 44,09 persen.
Di sisi lain, sejumlah sektor jasa dan industri juga menunjukkan pertumbuhan. Industri pengolahan tumbuh 11,84 persen, konstruksi 11,57 persen, sedangkan penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 10,12 persen.
-
IPM 73,14 dan Tingkat Pengangguran 2,11 Persen
Pada sektor pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung Barat disebut mencapai 73,14 poin atau meningkat 0,73 poin.
Angka tersebut masuk kategori tinggi dan menempatkan Lampung Barat pada peringkat keenam di Provinsi Lampung.
Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) disebut berada pada angka 2,11 persen atau sekitar 4.000 jiwa. Dalam pidatonya, Parosil menyebut angka tersebut sebagai yang terendah di Provinsi Lampung.
-
WTP 16 Kali Berturut-turut hingga Penghargaan Inovasi
Sejumlah penghargaan juga menjadi bagian dari capaian yang dipaparkan dalam pidato tersebut.
Di antaranya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 16 kali berturut-turut, penghargaan sebagai kabupaten terinovatif 2025 dalam ajang Innovative Government Award (IGA), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Award untuk pemberdayaan desa, serta predikat informatif dalam keterbukaan informasi publik.
Pada tingkat pekon, sejumlah wilayah disebut naik kelas menjadi Desa Mandiri Baru, yakni Sedampah Indah, Way Empulau Ulu, Padang Tambak, Suka Jaya dan Bandar Agung.
Sementara sembilan pekon lainnya disebut masuk klasifikasi Swasembada.
-
Penghasilan PPPK Paruh Waktu Dinaikkan
Perhatian pemerintah daerah terhadap Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu juga disampaikan dalam pidato tersebut.
Parosil mengatakan penghasilan PPPK paruh waktu mengalami kenaikan. Untuk lulusan SMA, penghasilan disebut naik dari Rp500.000 menjadi Rp750.000.
Lulusan D3 dari Rp600.000 menjadi Rp900.000, sedangkan lulusan S1 dari Rp700.000 menjadi Rp1.000.000 per bulan.
-
Program Pendidikan dan Kesehatan Terus Didorong
Di sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menyampaikan sejumlah program bantuan dan beasiswa.
Program tersebut meliputi beasiswa S1 PGSD untuk 30 orang, beasiswa kewirausahaan bagi 30 orang, pendidikan POLTRADA Bali untuk lima orang, serta pemberian seragam dan tas gratis kepada 5.957 siswa SD dan 4.828 siswa SMP.
Sementara di bidang kesehatan, pemerintah daerah memberikan beasiswa kepada 11 dokter umum dan tiga dokter gigi. Sebagian penerima beasiswa disebut telah kembali mengabdi di Lampung Barat, di antaranya di Puskesmas Sekincau dan Batu Brak.
-
Koperasi, MBG dan Kopi Jadi Penggerak Ekonomi
Pada sektor ekonomi kerakyatan, Lampung Barat mencatat 135 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dengan 87 gerai telah terbangun.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga disebut telah membentuk 29 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersertifikat laik higiene.
Program tersebut disebut menjangkau 84.625 penerima dan menyerap 1.161 tenaga kerja.
Sementara sektor kopi diperkuat melalui program peremajaan tanaman kopi seluas 903 hektare serta pengembangan Sekolah Kopi.
-
Kemantapan Jalan Lampung Barat 59,5 Persen
Pada bidang infrastruktur, Parosil memaparkan sejumlah indikator pembangunan.
Kemantapan jalan disebut mencapai 59,5 persen. Kondisi irigasi yang dinilai baik mencapai 58,47 persen, sanitasi sehat 97,91 persen, sedangkan akses air minum layak mencapai 89,43 persen.
Angka tersebut menjadi bagian dari indikator pembangunan infrastruktur yang disampaikan dalam pidato HUT Lampung Barat.
-
APBD Terbatas, Pembangunan Butuh Dukungan Pemerintah Pusat
Parosil juga mengakui kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lampung Barat masih terbatas.
Pada 2025, program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di tiga pekon disebut memiliki nilai Rp1,6 miliar dan menjangkau 1.474 jiwa.
Sementara pagu 2026 untuk Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), PAMSIMAS dan SANIMAS mencapai Rp7,8 miliar yang dialokasikan di 17 lokasi.
Untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), sebanyak 312 unit rumah dengan nilai Rp6,24 miliar direalisasikan pada 2025. Sedangkan pada 2026 terdapat 444 rumah dengan nilai Rp8,88 miliar yang masih dalam proses.
Penataan kawasan kumuh di Fajar Bulan juga disebut memiliki nilai anggaran Rp8,058 miliar dan masih berjalan.
-
Parosil Minta Program Pemerintah Pusat Dikawal
Di akhir pidatonya, Parosil mengingatkan bahwa pembangunan Lampung Barat tidak dapat hanya mengandalkan APBD.
Karena itu, berbagai usulan program melalui Instruksi Presiden (Inpres), Dana Alokasi Khusus (DAK), serta program kementerian perlu dikawal dengan perencanaan yang matang dan kelengkapan dokumen.
Menurutnya, dukungan dari pemerintah pusat tetap diperlukan untuk mempercepat pembangunan, khususnya pada sektor infrastruktur dan pelayanan dasar.
(Irfan)
- Penulis: Irfan fajri kabiro lampung barat
- Editor: Ansori




