Pemkab Pringsewu Ajak Warga Muslim Gelar Shalat Istisqa, Ikhtiar Hadapi Kekeringan dan Abu Vulkanik
- account_circle By. Suhairi
- calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
- print Cetak

Pemkab Pringsewu Ajak Warga Muslim Gelar Shalat Istisqa, Ikhtiar Hadapi Kekeringan dan Abu Vulkanik
PRINGSEWU, WartaHukum.id — Menyikapi kondisi kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Pringsewu serta dampak sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu mengajak seluruh masyarakat Muslim untuk bersama-sama melaksanakan Shalat Istisqa, Jumat (11/9/2026).
Pelaksanaan shalat meminta hujan tersebut akan digelar di Lapangan Pemerintah Kabupaten Pringsewu, mulai pukul 07.30 WIB.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk ikhtiar bersama masyarakat untuk memohon pertolongan Allah SWT agar diturunkan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan, sekaligus meringankan berbagai kesulitan yang saat ini dirasakan masyarakat akibat kemarau dan dampak abu vulkanik.
Dalam pelaksanaan Shalat Istisqa tersebut, KH. Sujadi Saddat, mantan Bupati Pringsewu periode 2011–2022, akan bertindak sebagai imam. Sementara itu, Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas dijadwalkan menyampaikan khotbah.
Bupati H. Riyanto Pamungkas mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan mengikuti pelaksanaan Shalat Istisqa dengan penuh kekhusyukan serta kerendahan hati.
“Kita sedang menghadapi kondisi yang tidak mudah. Di satu sisi, kita sangat membutuhkan hujan mengingat kemarau yang panjang. Di sisi lain, masyarakat juga merasakan dampak abu vulkanik yang menyebar di wilayah kita. Mari kita jadikan momentum ini untuk bersama-sama berikhtiar, berdoa, dan memohon pertolongan kepada Allah SWT,” ujar Bupati.
Menurutnya, Shalat Istisqa tidak semata-mata menjadi sarana untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperbanyak istighfar, sekaligus memperkuat kebersamaan dan kepedulian antarsesama warga.
“Mari kita bersama-sama mengetuk pintu langit. Semoga Allah SWT menurunkan hujan yang membawa rahmat, membersihkan udara dan lingkungan dari dampak abu, menyuburkan kembali tanah yang kering, serta mencukupkan kebutuhan air bagi seluruh masyarakat,” lanjutnya.
Selain mengajak masyarakat berdoa bersama, Pemkab Pringsewu juga mengimbau warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik. Masyarakat diminta menjaga kesehatan serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah maupun instansi terkait.
Di tengah kondisi kekeringan, masyarakat juga diharapkan menggunakan air bersih secara bijaksana dan hemat, serta ikut menjaga kelestarian sumber-sumber air yang masih tersedia.
“Pemerintah terus berupaya melakukan berbagai langkah penanganan dan antisipasi. Namun, segala upaya tersebut akan lebih bermakna jika berjalan beriringan dengan kesadaran dan kepedulian seluruh lapisan masyarakat. Mari kita saling membantu, menjaga lingkungan, menghemat air, dan tak lupa senantiasa berdoa,” tambahnya.
Pemkab Pringsewu kembali mengundang seluruh masyarakat Muslim untuk hadir dalam pelaksanaan Shalat Istisqa di Lapangan Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Jumat (11/9/2026) pukul 07.30 WIB.
Semoga doa dan ikhtiar bersama tersebut mendapat ridha Allah SWT, hujan segera diturunkan dengan membawa rahmat dan keberkahan, kekeringan berakhir, dampak abu vulkanik berkurang, kebutuhan air masyarakat tercukupi, serta seluruh warga Kabupaten Pringsewu senantiasa diberikan keselamatan.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
(Suhairi)
- Penulis: By. Suhairi




