Breaking News
light_mode

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Pringsewu Peragakan 17 Adegan, Motif Diduga Sakit Hati karena Ajakan Rujuk Ditolak

  • account_circle Ansori/rls
  • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
  • print Cetak

Penyidik Cocokkan Keterangan Tersangka dengan Bukti dan Saksi

PRINGSEWU – Rekonstruksi kasus pembunuhan Pringsewu digelar oleh Penyidik Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Pagelaran dengan memperagakan 17 adegan. Rekonstruksi dilakukan untuk mencocokkan keterangan tersangka dengan alat bukti dan keterangan para saksi dalam kasus dugaan pembunuhan terhadap perempuan berinisial A.W. (20), warga Dusun V, Pekon Pemenang, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu.

Rekonstruksi berlangsung di halaman Mapolsek Pagelaran, Kamis (23/7/2026), dan tidak dilaksanakan di tempat kejadian perkara (TKP). Lokasi tersebut dipilih dengan mempertimbangkan faktor keamanan, menjaga situasi tetap kondusif, serta mengantisipasi membludaknya warga yang dapat mengganggu jalannya proses penyidikan.

  • Tersangka Peragakan Seluruh Rangkaian Kejadian

Seluruh adegan diperagakan langsung oleh tersangka berinisial H.P., mulai dari saat mendatangi rumah orang tua korban hingga rangkaian peristiwa setelah aksi penusukan.

Rekonstruksi turut disaksikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pringsewu, kuasa hukum tersangka, para saksi, serta adik kandung korban.

Kapolsek Pagelaran Iptu Agus Dharmawan mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra mengatakan rekonstruksi merupakan tahapan penting dalam proses penyidikan untuk mencocokkan keterangan tersangka dengan alat bukti maupun keterangan para saksi.

“Rekonstruksi ini bertujuan untuk mencocokkan keterangan tersangka dengan keterangan para saksi maupun alat bukti yang telah kami peroleh selama penyidikan. Dari proses ini kami dapat memperoleh gambaran utuh mengenai kronologi peristiwa sebelum berkas perkara dilimpahkan ke jaksa penuntut umum,” kata Iptu Agus Dharmawan, Jumat (24/7/2026).

  •  Adegan Penusukan Terjadi pada Adegan Ketujuh

Dalam rekonstruksi tersebut, adegan pertama memperlihatkan tersangka mendatangi rumah orang tua korban dengan maksud mengajak korban berbicara. Meski sempat menolak, korban akhirnya bersedia keluar rumah dan berjalan bersama tersangka menuju lokasi yang berjarak sekitar 20 meter dari kediaman orang tuanya.

Puncak kejadian diperagakan pada adegan ketujuh. Saat itu, tersangka diduga emosi setelah ajakannya untuk kembali hidup bersama ditolak korban. Dalam kondisi tersebut, tersangka kemudian mengeluarkan sebilah pisau yang telah dibawanya dari rumah dan menusukkannya ke bagian perut korban.

Pada adegan kesembilan, tersangka juga memperagakan aksi menusukkan pisau ke perutnya sendiri. Berdasarkan hasil penyidikan, tindakan tersebut dilakukan karena tersangka diduga berniat mengakhiri hidup setelah menyerang korban.

  • Motif Diduga Karena Ajakan Rujuk Ditolak

Rekonstruksi berlanjut dengan adegan saat korban berteriak meminta pertolongan hingga mengundang perhatian warga sekitar. Mengetahui warga mulai berdatangan, tersangka melarikan diri ke area kebun sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi terluka akibat luka tusuk yang dilakukannya sendiri.

Iptu Agus Dharmawan menjelaskan hasil rekonstruksi semakin menguatkan dugaan motif pembunuhan yang dipicu rasa sakit hati karena ajakan rujuk tersangka ditolak korban.

“Motifnya masih sama, yakni tersangka sakit hati karena ajakan rujuk ditolak korban. Selain itu, dari hasil penyidikan diketahui tersangka telah membawa pisau dari rumah sebelum menemui korban sehingga seluruh rangkaian peristiwa terus kami dalami,” jelasnya.

  • Tersangka Dijerat Pasal Berlapis

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 459 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun. Selain itu, tersangka juga dikenakan Pasal 468 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun.

Sebelumnya diberitakan, korban A.W. meninggal dunia setelah diduga ditusuk suami sirinya pada Jumat (26/6/2026) malam. Sebelum kejadian, tersangka mengajak korban keluar rumah untuk membicarakan keinginan rujuk. Namun ajakan tersebut ditolak sehingga terjadi cekcok yang berujung pada aksi penusukan.

Usai melakukan penusukan, tersangka juga melukai dirinya sendiri menggunakan pisau yang sama. Namun upaya tersebut gagal setelah warga berdatangan ke lokasi usai mendengar teriakan korban meminta pertolongan. Tersangka kemudian melarikan diri ke area kebun sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi terluka, menjalani perawatan medis, dan diamankan petugas kepolisian.

Rekonstruksi yang memperagakan 17 adegan tersebut menjadi bagian dari upaya penyidik untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) guna proses hukum lebih lanjut.

(Ansori/rls)

 

 

 

 

  • Penulis: Ansori/rls
  • Editor: Ansori

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kafilah MTQ Aceh Pulang, Disambut Langsung Jajaran Pejabat Pemerintah Aceh di Bandara

    Kafilah MTQ Aceh Pulang, Disambut Langsung Jajaran Pejabat Pemerintah Aceh di Bandara

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Helmy kaperwil Aceh
    • 0Komentar

    Kafilah Aceh Disambut Pejabat Pemerintah Aceh di Bandara BANDA ACEH,Wartahukum.id — Para kafilah Aceh yang telah mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah, kembali tiba di Aceh, Senin (21/9/2026). Kepulangan para kafilah disambut langsung jajaran pejabat utama Pemerintah Aceh, mulai dari asisten Sekda Aceh hingga para kepala dinas. Penyambutan […]

  • Kasus Dugaan Pencabulan Anak Terungkap, Tekab 308 Polres Pesisir Barat Amankan Pria 31 Tahun

    Kasus Dugaan Pencabulan Anak Terungkap, Tekab 308 Polres Pesisir Barat Amankan Pria 31 Tahun

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Irfan
    • 0Komentar

    PESISIR BARAT, WARTA HUKUM — Pelaku cabul anak berinisial BW (31) alias VJ Baduy, warga Pekon Tanjung Setia, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, ditangkap Tim Tekab 308 Satreskrim Polres Pesisir Barat atas dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur. Penangkapan dilakukan setelah kepolisian menerima laporan dari keluarga korban. Perkara tersebut kini ditangani […]

  • Idul Adha 2026 Jatuh 27 Mei, Hilal Zulhijah Penuhi Kriteria

    Idul Adha 2026 Jatuh 27 Mei, Hilal Zulhijah Penuhi Kriteria

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle By. Ansori
    • 0Komentar

       Idul Adha 2026 Jatuh 27 Mei  Berdasarkan Hisab Kemenag Jakarta, WARTA HUKUM.ID — Idul Adha 2026 diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026 setelah Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag) melaporkan posisi hilal 1 Zulhijah 1447 Hijriah secara hisab bertepatan dengan Senin, 18 Mei 2026. Paparan tersebut disampaikan dalam seminar pembuka sidang isbat penetapan awal […]

  • 40 Personel Diterjunkan, BBWS Mesuji Sekampung Percepat Perbaikan Irigasi Rawajitu

    40 Personel Diterjunkan, BBWS Mesuji Sekampung Percepat Perbaikan Irigasi Rawajitu

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Warta Hukum
    • 0Komentar

    BBWS Mesuji Sekampung Intensifkan Perbaikan Irigasi Rawajitu RAWAJITU, wartahukum.id — Perbaikan Irigasi Rawajitu terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga hari ini, aliran air di kawasan irigasi gantung Rawajitu, perbatasan Mesuji dan Tulang Bawang, dilaporkan kembali mengalir dengan baik setelah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung melakukan percepatan penanganan di lapangan. Dalam proses penanganan tersebut, BBWS Mesuji […]

  • Polsek Lemahwungkuk Ungkap Dugaan Pencurian Pompa Air dan Gas

    Polsek Lemahwungkuk Ungkap Dugaan Pencurian Pompa Air dan Gas

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle Wahidin biro cirebon
    • 0Komentar

    Polisi Amankan Pria 29 Tahun dan Sita Barang Bukti di Kota Cirebon   CIREBON KOTA,wartahukum.id—Polsek Lemahwungkuk, Polres Cirebon Kota, mengungkap kasus dugaan pencurian satu unit pompa air dan satu tabung gas LPG 3 kilogram milik warga di kawasan Kesunean Utara, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Dalam penanganan perkara tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial […]

  • Jelang HUT ke-81 RI, Puslatpurmar 8 Kibarkan Merah Putih di Menara 74 Meter

    Jelang HUT ke-81 RI, Puslatpurmar 8 Kibarkan Merah Putih di Menara 74 Meter

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Febriyansha, pem, red.
    • 0Komentar

    Semangat Nasionalisme Prajurit Puslatpurmar 8 Teluk Ratai PESAWARAN,wartahukum.id—Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Prajurit Puslatpurmar 8 Teluk Ratai mengibarkan Bendera Merah Putih di puncak Menara Telkomsel setinggi 74 meter di Desa Gebang, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Jumat (14/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus […]

expand_less