Breaking News
light_mode

Konflik Agraria Tanjung Kemala, FB & Partners Dorong Moratorium

  • account_circle Febriyansha, pem, red.
  • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
  • print Cetak

FB & Partners Nilai RDP Komisi III DPR RI Jadi Momentum Koreksi Penanganan Konflik Agraria

JAKARTA/LAMPUNG,wartahukum.id—Konflik agraria yang melibatkan Masyarakat Adat Pitu Ngtiyuh di Tanjung Kemala menjadi sorotan setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR RI bersama Bareskrim Polri dan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) pada 26 Agustus 2026.

Kantor hukum FB & Partners menyambut positif hasil RDP tersebut dan menilai forum itu menjadi momentum penting untuk mengubah pendekatan negara dalam menangani konflik agraria struktural, khususnya yang berkaitan dengan masyarakat adat.

Dalam press release tertanggal 29 Agustus 2026, Managing Partner FB & Partners, Fabian Boby, S.H., M.H., C.L.A., menyebut persoalan Tanjung Kemala tidak semestinya hanya dilihat dari perspektif penegakan hukum pidana.

Konflik Tanjung Kemala Diminta Dilihat dari Sejarah dan Legalitas Tanah

FB & Partners menilai penyelesaian konflik agraria membutuhkan pemeriksaan menyeluruh terhadap sejarah dan legalitas penguasaan tanah.

Dalam konteks Masyarakat Adat Pitu Ngtiyuh di Tanjung Kemala dan konflik agraria dengan PTPN I Regional 7/Unit VII, pemeriksaan dinilai perlu mencakup sejarah tanah ulayat, dokumen penguasaan, proses nasionalisasi, dasar penguasaan oleh negara, penerbitan Hak Guna Usaha (HGU), hingga batas dan luas tanah yang secara faktual dikuasai.

FB & Partners mempertanyakan status hukum tanah yang menjadi objek sengketa. Menurut mereka, persoalan tersebut harus terlebih dahulu diverifikasi sebelum pendekatan represif digunakan.

“Pertanyaan hukumnya sederhana namun fundamental: tanah yang dipersengketakan itu sesungguhnya berada dalam rezim hak yang mana? Pertanyaan tersebut tidak boleh dilangkahi oleh pendekatan represif.”

Pandangan tersebut sejalan dengan dorongan Komisi III DPR RI dalam RDP 26 Agustus 2026 yang meminta penanganan konflik agraria lebih mengedepankan pendekatan humanis dan dialog, bukan semata tindakan pidana.

  • FB & Partners Dorong Moratorium Perkara Pidana Konflik Agraria

FB & Partners juga menyoroti kesimpulan RDP yang memuat permintaan kepada Bareskrim Polri dan jajaran Polda untuk melakukan moratorium atau penangguhan sementara perkara tindak pidana yang berkaitan dengan konflik agraria struktural.

Moratorium tersebut terutama diarahkan pada konflik di Lokasi Prioritas Reforma Agraria dan Konflik Agraria (LPRA KPA), serta perkara yang menjadi perhatian dalam penyelesaian konflik agraria.

Dalam konteks Tanjung Kemala, moratorium dinilai dapat memberikan ruang untuk melakukan verifikasi status dan riwayat tanah, pemeriksaan dokumen pertanahan, pemetaan dan pengukuran batas, termasuk memastikan tanah yang berada di dalam maupun di luar HGU.

Selain itu, FB & Partners mendorong adanya dialog antara masyarakat, pemerintah dan pihak perusahaan sebagai bagian dari proses penyelesaian konflik.

  • Tanjung Kemala Dinilai Bukan Sekadar Konflik Horizontal

FB & Partners menilai persoalan Tanjung Kemala tidak tepat jika hanya dipandang sebagai konflik horizontal biasa.

Ada sejumlah aspek yang menurut kantor hukum tersebut perlu diperiksa, mulai dari sejarah dan asal-usul penguasaan tanah, status serta dasar hak masyarakat adat, proses penguasaan atau pemberian HGU, batas dan luas HGU, hingga kemungkinan adanya tanah yang berada di luar HGU.

Karena itu, penyelesaian konflik dinilai perlu menggunakan pendekatan historis, yuridis, administratif, sosial, agraria dan hak masyarakat adat, dengan tetap menghormati proses hukum yang berlaku.

  • Perjuangan Hak Agraria Tidak Otomatis Merupakan Tindak Pidana

FB & Partners juga menegaskan bahwa perjuangan masyarakat untuk memperoleh atau mempertahankan hak atas tanah tidak serta-merta dapat dikategorikan sebagai tindak pidana.

Menurut mereka, negara perlu membedakan perbuatan yang benar-benar memenuhi unsur pidana dengan tindakan masyarakat yang memperjuangkan hak agraria dalam suatu sengketa yang belum memperoleh penyelesaian secara komprehensif.

Prinsip due process of law, equality before the law, proporsionalitas dan restorative justice dinilai perlu menjadi bagian dalam setiap tindakan penegakan hukum.

  • Enam Langkah Penyelesaian Konflik Tanjung Kemala

FB & Partners mendorong agar hasil RDP Komisi III DPR RI tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi diterjemahkan menjadi langkah konkret.

Enam agenda yang didorong meliputi verifikasi menyeluruh terhadap riwayat dan status hukum tanah, overlay data pertanahan, verifikasi penguasaan tanah di luar HGU, pengakuan sejarah masyarakat adat, dialog dan mediasi, serta penyelesaian melalui koordinasi lintas kelembagaan.

Fabian Boby menilai hasil RDP Komisi III DPR RI tersebut menjadi momentum untuk mengubah paradigma penyelesaian konflik agraria di Indonesia.

“Kami memandang hasil RDP Komisi III DPR RI pada 26 Agustus 2026 sebagai momentum penting dalam mengubah paradigma penyelesaian konflik agraria di Indonesia.”

  • FB & Partners Sampaikan Delapan Sikap

Dalam pernyataan resminya, FB & Partners menyampaikan delapan sikap terkait penyelesaian konflik agraria Tanjung Kemala.

Pertama, mengapresiasi langkah Komisi III DPR RI dalam mendorong pendekatan restoratif-humanis. Kedua, mendukung evaluasi terhadap pendekatan penegakan hukum yang berpotensi memperbesar eskalasi konflik.

Ketiga, mendorong penerapan semangat moratorium perkara pidana secara proporsional dan objektif. Keempat, mendesak verifikasi menyeluruh dan independen terhadap status tanah yang menjadi objek konflik Tanjung Kemala.

Kelima, meminta agar Masyarakat Adat Pitu Ngtiyuh diberikan ruang untuk menyampaikan bukti sejarah, bukti penguasaan dan dasar klaim hak. Keenam, mendukung penyelesaian melalui dialog, mediasi, verifikasi agraria dan mekanisme restoratif.

Ketujuh, menolak kriminalisasi yang semata-mata lahir dari konflik kepemilikan atau penguasaan tanah yang masih membutuhkan verifikasi hukum. Kedelapan, mendorong penyelesaian Tanjung Kemala melalui pendekatan lintas kelembagaan dan berbasis data.

FB & Partners berharap persoalan agraria di Tanjung Kemala dapat menjadi momentum bagi negara untuk menghadirkan penyelesaian yang tidak hanya berorientasi pada penertiban, tetapi juga koreksi, pemulihan dan keadilan.

“Peristiwa di Tanjung Kemala harus menjadi momentum bagi negara untuk membuktikan bahwa hukum tidak hanya hadir untuk menertibkan, tetapi juga untuk mengoreksi, memulihkan dan memberikan keadilan.”

(Febriyansha)

 

 

  • Penulis: Febriyansha, pem, red.
  • Editor: Ansori

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Temukan Kerangka Manusia di Lahan Kosong Kuta Bumi

    Warga Temukan Kerangka Manusia di Lahan Kosong Kuta Bumi

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Hengki kabiro Tangerang
    • 0Komentar

    Kerangka Diduga Manusia Ditemukan Warga Saat Mencari Rumput KABUPATEN TANGERANG,WartaHukum.id — Warga Kampung Sondol RT 02/06, Kelurahan Kuta Bumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, dikejutkan dengan penemuan kerangka yang diduga merupakan kerangka manusia di sebuah lahan kosong, Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Penemuan tersebut bermula ketika seorang warga sedang mencari rumput di sekitar lokasi. […]

  • Ketahanan Pangan Nasional: Satlantas Polres Kuningan Pastikan Kesiapan Panen Jagung di Desa Cibulan

    Ketahanan Pangan Nasional: Satlantas Polres Kuningan Pastikan Kesiapan Panen Jagung di Desa Cibulan

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Wahidin
    • 0Komentar

    Kuningan, wartahukum.id — Ketahanan Pangan Nasional kembali menjadi fokus penting dalam upaya penguatan sektor pertanian daerah. Satlantas Polres Kuningan melakukan pengecekan tanaman jagung yang memasuki masa persiapan panen di Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Rabu (24/6/2026), sebagai bagian dari dukungan nyata terhadap ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini menjadi lanjutan dari program penanaman jagung yang […]

  • Laskar Merah Putih Provinsi Lampung Terima Penghargaan dari Polda Lampung pada HUT Bhayangkara ke-80

    Laskar Merah Putih Provinsi Lampung Terima Penghargaan dari Polda Lampung pada HUT Bhayangkara ke-80

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle By. Ansori
    • 0Komentar

    Laskar Merah Putih Provinsi Lampung Terima Penghargaan pada Momentum HUT Bhayangkara ke-80 BANDAR LAMPUNG,wartahukum.id—Laskar Merah Putih (LMP) Provinsi Lampung menerima penghargaan dari Polda Lampung pada momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang digelar di Lapangan Mapolda Lampung, Rabu (1/7/2026). Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi Polda Lampung kepada mitra strategis yang selama ini turut […]

  • 310 Pembalap Meriahkan Pringsewu Drag Race Championship 2026, Polres Pringsewu Dorong Penyaluran Hobi Balap Secara Legal

    310 Pembalap Meriahkan Pringsewu Drag Race Championship 2026, Polres Pringsewu Dorong Penyaluran Hobi Balap Secara Legal

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle By. Suhairi
    • 0Komentar

    310 Pembalap Meriahkan Pringsewu Drag Race Championship 2026, Polres Pringsewu Dorong Penyaluran Hobi Balap Secara Legal Pringsewu –wartahukum id, Sebanyak 310 pembalap dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam Pringsewu Drag Race Championship 2026 yang digelar di Sirkuit Non Permanen Komplek Pemda Kabupaten Pringsewu, Sabtu (11/7/2026). Kejuaraan resmi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan […]

  • Kontingen Polda Lampung Raih 4 Medali Judo Kapolri Cup

    Kontingen Polda Lampung Raih 4 Medali Judo Kapolri Cup

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle By. Ansori
    • 0Komentar

    Kontingen Polda Lampung Sukses Raih Empat Medali Samarinda,WARATA HUKUM.ID —Kontingen Polda Lampung menorehkan prestasi membanggakan pada hari pertama Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026 yang berlangsung di GOR Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (17/5/2026). Pada ajang nasional tersebut, atlet-atlet judo Polda Lampung berhasil membawa pulang dua medali perak dan dua medali perunggu dari sejumlah nomor pertandingan. […]

  • Pembiasaan Sholat Duha Bangun Karakter Religius Siswa SDN Karawang Kulon III

    Pembiasaan Sholat Duha Bangun Karakter Religius Siswa SDN Karawang Kulon III

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Toyyib
    • 0Komentar

    Pembiasaan Sholat Duha Jadi Program Unggulan SDN Karawang Kulon III KARAWANG, WARTA HUKUM — Pembiasaan sholat duha menjadi salah satu program unggulan SDN Karawang Kulon III dalam membentuk karakter religius peserta didik sejak usia dini. Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap pagi sebelum proses belajar mengajar ini dipimpin langsung oleh Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), […]

expand_less