Jalur Perdagangan ASEAN Dijaga, Prabowo Dorong Stabilitas Kawasan Asia Tenggara
- account_circle A. Malik
- calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
- print Cetak

Prabowo Tekankan Pentingnya Jalur Perdagangan ASEAN
Jakarta, wartahukum.id — Presiden Prabowo Subianto mengajak negara-negara ASEAN menjaga stabilitas dan keamanan jalur perdagangan strategis kawasan. Ajakan itu disampaikan di tengah meningkatnya tensi geopolitik global dan ancaman gangguan rantai pasok internasional yang dinilai dapat berdampak langsung terhadap ekonomi kawasan Asia Tenggara.
Dalam berbagai forum internasional, Prabowo menegaskan bahwa ASEAN harus memperkuat kolaborasi regional agar tetap menjadi kawasan yang stabil, aman, dan mampu menjaga pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. Menurutnya, jalur perdagangan laut di Asia Tenggara memiliki posisi vital bagi lalu lintas energi dan perdagangan dunia.
“Persaingan di kawasan harus tetap konstruktif dan menjadi pendorong kemajuan bersama,” tegas Prabowo dalam forum ASEAN Plus Three di Kuala Lumpur.
Jalur Perdagangan ASEAN Jadi Kepentingan Strategis
Prabowo menyoroti posisi geografis Indonesia yang menjadi titik penting jalur perdagangan internasional. Ia menyebut sekitar 70 persen kebutuhan energi dan perdagangan Asia Timur melintasi laut Indonesia, termasuk Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Makassar.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa stabilitas kawasan bukan hanya berkaitan dengan keamanan regional, tetapi juga menyangkut kepentingan ekonomi global. Gangguan terhadap jalur perdagangan dinilai dapat berdampak pada distribusi energi, logistik, hingga stabilitas harga pangan dan industri.
Prabowo juga mengingatkan bahwa tantangan global seperti konflik geopolitik, perubahan iklim, dan gangguan perdagangan internasional harus dihadapi melalui kerja sama konkret antarnegara ASEAN dan mitra strategis kawasan.
ASEAN Didorong Perkuat Integrasi Ekonomi
Selain menjaga jalur perdagangan ASEAN, Prabowo mendorong penguatan integrasi ekonomi kawasan melalui berbagai kerja sama perdagangan dan investasi. Salah satunya melalui optimalisasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) sebagai instrumen memperkuat ketahanan ekonomi Indo-Pasifik.
Dalam forum ASEAN-GCC, Prabowo juga menilai potensi perdagangan antar kawasan masih sangat besar untuk dikembangkan. Ia bahkan menyambut rencana studi kelayakan pembentukan kawasan perdagangan bebas ASEAN-GCC guna memperluas peluang ekonomi regional.
“Sekarang adalah momentum yang tepat untuk mendekatkan kedua kawasan kita, dan untuk bekerja sama dan membawa manfaat bagi rakyat kita,” ujar Prabowo.
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat posisi ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia di tengah ketidakpastian global.
Stabilitas Kawasan Jadi Kunci Masa Depan ASEAN
Prabowo menegaskan bahwa stabilitas kawasan harus menjadi prioritas bersama negara-negara ASEAN. Menurutnya, kekuatan ASEAN tidak hanya terletak pada jumlah populasi dan potensi ekonomi, tetapi juga pada kemampuan menjaga solidaritas dan sentralitas kawasan di tengah dinamika global.
Pemerintah Indonesia memandang keamanan jalur perdagangan, penguatan ekonomi regional, dan kerja sama lintas negara sebagai fondasi penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus melindungi kepentingan masyarakat di kawasan Asia Tenggara.| Red
- Penulis: A. Malik
- Editor: Beni Saputra




