Breaking News
light_mode

Dek Fadh Hadiri Kick-Off Program RBP REDD+ GCF

  • account_circle Helmy kaperwil Aceh
  • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
  • print Cetak

Dek Fadh Dorong Penguatan Tata Kelola REDD+ Aceh dan Manfaat bagi Masyarakat

 

BANDA ACEH,wartahukum.id—Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) menghadiri kegiatan Kick-Off Program Result Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2 Provinsi Aceh, Kamis (24/9/2026), di Muraya Hotel, Banda Aceh.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda penguatan program REDD+ di Aceh, khususnya dalam menjaga kelestarian hutan, memperkuat tata kelola dan kelembagaan, serta mendorong manfaat pembangunan hijau bagi masyarakat.

  • Hutan Aceh Dinilai Memiliki Peran Penting bagi Kehidupan Masyarakat

Dalam sambutannya, Dek Fadh menyoroti pentingnya upaya menjaga hutan Aceh sekaligus memperkuat tata kelola dan kelembagaan dalam agenda REDD+.

Aceh memiliki kekayaan hutan dan ekosistem yang penting, mulai dari kawasan Leuser dan Ulu Masen hingga hutan gambut dan mangrove.

Menurut Dek Fadh, menjaga hutan bukan hanya menjadi bagian dari tanggung jawab terhadap lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan upaya menjaga kehidupan dan masa depan masyarakat Aceh.

Ia menilai keberlanjutan hutan perlu ditempatkan sebagai bagian dari pembangunan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat.

  • Perjalanan REDD+ Aceh Telah Berlangsung Sejak 2006

Wakil Gubernur Aceh turut menyinggung perjalanan panjang Aceh dalam agenda REDD+. Ia menyebut proses tersebut telah dimulai sejak inisiatif Aceh Green pada 2006–2007.

Perjalanan tersebut kemudian berlanjut dengan Ulu Masen yang memperoleh pengakuan internasional pada 2008. Pada 2009–2010, Aceh disebut berkembang sebagai ruang pembelajaran global dalam agenda pengelolaan hutan dan pengurangan emisi.

Selanjutnya, perjalanan tersebut berlanjut melalui penguatan komitmen dan keterlibatan Aceh dalam Green Climate Fund.

Penguatan data, safeguards, serta kelembagaan REDD+ Aceh juga terus dilakukan pada 2023 dan 2025.

  • Program RBP REDD+ Tidak Hanya Berkaitan dengan Pembayaran Emisi

Terkait program RBP REDD+ Aceh yang didukung GCF Output 2, Dek Fadh menyampaikan bahwa program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembayaran atas capaian pengurangan emisi.

«“Program ini tidak hanya berkaitan dengan pembayaran atas capaian pengurangan emisi, tetapi juga dengan penguatan tata kelola, kelembagaan, kapasitas sumber daya manusia, koordinasi, serta sistem data yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.»

Menurutnya, aspek tata kelola, kelembagaan, kapasitas sumber daya manusia dan sistem data menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan program berjalan secara terarah.

  • Kick-Off Program Jadi Momentum Satukan Langkah Pemangku Kepentingan

Wakil Gubernur menilai kegiatan Kick-Off tersebut menjadi momentum untuk menyatukan langkah para pemangku kepentingan.

Ia berharap seluruh pihak memahami tujuan, ruang lingkup kegiatan, tanggung jawab masing-masing, serta hasil yang hendak dicapai melalui program tersebut.

Dalam sambutannya, Dek Fadh juga menekankan tiga hal, yakni sinergi, penguatan kelembagaan, serta manfaat bagi masyarakat dan keberlanjutan.

Ia menyebut keberhasilan agenda REDD+ membutuhkan kerja bersama antara Pemerintah Aceh, pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, masyarakat, akademisi, LSM, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

  • Kelembagaan REDD+ Aceh Didorong Semakin Transparan dan Akuntabel

Dari sisi kelembagaan, Dek Fadh berharap program tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat fondasi REDD+ Aceh.

Penguatan tersebut mencakup tata kelola yang jelas, sistem data yang andal, mekanisme koordinasi yang efektif, serta penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Menurutnya, fondasi kelembagaan dan data yang kuat diperlukan agar pelaksanaan agenda REDD+ dapat berjalan secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

  • Masyarakat Diharapkan Mendapat Manfaat dari Pembangunan Hijau

Sementara dari sisi masyarakat, Dek Fadh menekankan bahwa upaya menjaga hutan perlu berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga mendorong agar masyarakat mendapat ruang partisipasi dan manfaat dari agenda pembangunan hijau secara adil.

Dengan demikian, upaya pengurangan emisi dan perlindungan hutan diharapkan tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan, tetapi juga memperhatikan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan.

  • Dukungan RBP-GCF Rp27 Miliar untuk Periode 24 Bulan

Dek Fadh juga menyampaikan bahwa dukungan RBP-GCF sebesar Rp27 miliar untuk periode 24 bulan diharapkan dapat menjadi modal awal dalam membangun sistem REDD+ Aceh yang lebih berintegritas, berbasis yurisdiksi, transparan, dapat diaudit, serta memperhatikan kepentingan masyarakat dan lingkungan.

Ia berharap fondasi yang dibangun melalui program tersebut dapat meningkatkan kesiapan Aceh dalam mengakses pembiayaan iklim serta peluang pasar karbon yang kredibel dan berstandar tinggi di masa mendatang.

  • Aceh Didorong Bangun Ekonomi Hijau yang Inklusif dan Berkelanjutan

Menutup sambutannya, Dek Fadh mengajak seluruh pihak menjadikan kegiatan tersebut sebagai awal dari kerja bersama yang lebih terarah dan berkelanjutan dalam menjaga hutan dan menurunkan emisi.

Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk mendorong pembangunan ekonomi yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.

 

By. Helmy

 

 

 

 

 

 

 

  • Penulis: Helmy kaperwil Aceh
  • Editor: Ansori

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pererat Silaturahmi, Polres Way Kanan Gelar Turnamen Gaple Kapolres Cup dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80

    Pererat Silaturahmi, Polres Way Kanan Gelar Turnamen Gaple Kapolres Cup dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Rojali wartawan way kanan
    • 0Komentar

    Turnamen Gaple Kapolres Cup Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80 WAY KANAN,wartahukum.id—Turnamen Gaple Kapolres Cup Tahun 2026 menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang digelar Polres Way Kanan dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban tersebut digelar di Gedung Serba Guna (GSG) LUPEGAH Polres Way Kanan, Selasa malam (23/6/2026). Turnamen ini dihadiri langsung oleh Kapolres […]

  • Penculikan Jesslyn Wijaya Jadi Sorotan, Parsindo Sebut Kasus Ini Pertaruhkan Wibawa Pemerintahan Prabowo

    Penculikan Jesslyn Wijaya Jadi Sorotan, Parsindo Sebut Kasus Ini Pertaruhkan Wibawa Pemerintahan Prabowo

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Toyyib
    • 0Komentar

    JAKARTA – Wartahukum.id – Penculikan Jesslyn Wijaya menjadi sorotan publik setelah putri pengusaha Pontu Wijaya itu dilaporkan diduga menjadi korban penculikan atau perampasan kemerdekaan di kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Peristiwa yang terjadi di tempat umum tersebut memicu perhatian berbagai pihak, termasuk Partai Swara Rakyat Indonesia (Parsindo), yang menilai kasus ini harus ditangani […]

  • Pisah Sambut Kepala UPTD Puskesmas Ngaras, Nova Yusenta Pindah Tugas

    Pisah Sambut Kepala UPTD Puskesmas Ngaras, Nova Yusenta Pindah Tugas

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Hijrah
    • 0Komentar

    Pisah Sambut Kepala UPTD Puskesmas Ngaras Berlangsung Khidmat dan Penuh Kekeluargaan PESISIR BARAT,wartahukum.id—UPTD Puskesmas Ngaras menggelar acara pisah sambut Kepala UPTD Puskesmas Ngaras di Aula UPTD Puskesmas Ngaras, Selasa (15/9/2026). Kegiatan berlangsung khidmat, haru, dan penuh suasana kekeluargaan. Jabatan Kepala UPTD Puskesmas Ngaras resmi diserahterimakan dari Nova Yusenta, S.Tr.Keb yang akan melanjutkan tugas di UPTD […]

  • Aktivis GERMASI Dukung Kejaksaan Bongkar Tuntas Dugaan 121 SHM di Kawasan Konservasi TNBBS

    Aktivis GERMASI Dukung Kejaksaan Bongkar Tuntas Dugaan 121 SHM di Kawasan Konservasi TNBBS

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Irfan Fajri
    • 0Komentar

    LAMPUNG BARAT, WARTA HUKUM — Dugaan 121 SHM di kawasan konservasi TNBBS mendapat perhatian dari Founder Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (GERMASI) sekaligus Koordinator Cakra Surya Manggala (CSM), Ridwan Maulana, SH., C.PL., CDRA. Ia menyatakan dukungan penuh kepada Korps Adhyaksa untuk mengusut perkara tersebut secara menyeluruh dan berdasarkan alat bukti. Ridwan menilai dugaan alih fungsi kawasan, […]

  • Karutan Manna Hadiri Rapat Paripurna DPRD Bengkulu Selatan

    Karutan Manna Hadiri Rapat Paripurna DPRD Bengkulu Selatan

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Hengki Wijaya, wartawan Tanggerang
    • 0Komentar

     Manna Hadiri Rapat Paripurna DPRD BENGKULU SELATAN,wartahukum.id—14 Agustus 2026 – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si., menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan dan […]

  • Kafilah MTQ Aceh Pulang, Disambut Langsung Jajaran Pejabat Pemerintah Aceh di Bandara

    Kafilah MTQ Aceh Pulang, Disambut Langsung Jajaran Pejabat Pemerintah Aceh di Bandara

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Helmy kaperwil Aceh
    • 0Komentar

    Kafilah Aceh Disambut Pejabat Pemerintah Aceh di Bandara BANDA ACEH,Wartahukum.id — Para kafilah Aceh yang telah mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah, kembali tiba di Aceh, Senin (21/9/2026). Kepulangan para kafilah disambut langsung jajaran pejabat utama Pemerintah Aceh, mulai dari asisten Sekda Aceh hingga para kepala dinas. Penyambutan […]

expand_less