Polri Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Padang
- account_circle Helmy kaperwil Aceh
- calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
- print Cetak

Polri Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Sejumlah Wilayah Kota Padang
JAKARTA,Wartahukum.id – Polri Gerak Cepat mengevakuasi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Kota Padang, Sumatera Barat, menyusul tingginya curah hujan yang menyebabkan banjir di beberapa titik. Hingga Senin (3/8/2026) malam, personel SAR Brimob Polda Sumatera Barat masih terus melakukan operasi penyelamatan masyarakat di lapangan.
Sejak pukul 15.00 WIB, Polri mengerahkan 71 personel SAR Brimob yang terbagi dalam lima tim ke sejumlah lokasi terdampak. Selain melakukan evakuasi warga, petugas juga melaksanakan pendataan korban dan pengungsi secara paralel agar penanganan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
-
Lima Tim SAR Brimob Diterjunkan ke Lokasi Banjir
Operasi kemanusiaan tersebut dilaksanakan berdasarkan Rencana Kontinjensi Aman Nusa II Tahun 2026. Sebanyak lima tim SAR Brimob diterjunkan ke sejumlah wilayah terdampak, yakni Kuranji (Kampung Lapau Munggu Guo), Air Pacah, Tunggul Hitam, serta Perumahan Villa Bukit Gading III Sungai Sapih.
-
Adapun personel yang diterjunkan terdiri atas:
Tim 1 sebanyak 10 personel dipimpin Aipda Masrizal bertugas di Kuranji, Kampung Lapau Munggu Guo.
Tim 2 sebanyak 13 personel dipimpin Iptu Ferry Siahaan bertugas di Air Pacah.
Tim 3 sebanyak 18 personel dipimpin Iptu M. Yusuf, S.H. bertugas di Tunggul Hitam.
Tim 4 (Den Gegana) sebanyak 15 personel dipimpin Ipda Hendra Eka Putra bertugas di Perumahan Villa Bukit Gading III, Sungai Sapih.
Tim 5 sebanyak 15 personel dipimpin Ipda Andi Susandi bertugas di Air Pacah.
-
Peralatan SAR Lengkap Dikerahkan
Dalam operasi tersebut, Brimob Polda Sumatera Barat mengerahkan berbagai perlengkapan SAR, antara lain lima unit perahu karet, mesin tempel, life jacket, helm SAR, tali karmantel, pelampung, alat komunikasi HT, genset, kendaraan operasional, serta perlengkapan penyelamatan lainnya guna mempercepat proses evakuasi di wilayah yang masih tergenang banjir.
-
Polri Utamakan Keselamatan Masyarakat
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap operasi kemanusiaan yang dilakukan Polri.
“Saat ini fokus utama kami adalah menyelamatkan masyarakat. Personel Polri bersama tim gabungan terus melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir. Untuk jumlah korban masih dalam proses pendataan karena situasi di lapangan terus berkembang,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.
Ia menjelaskan bahwa proses pendataan korban dan pengungsi dilakukan secara bersamaan dengan operasi penyelamatan agar bantuan dapat segera diberikan secara tepat sasaran.
“Kami sedang mendata jumlah korban serta warga yang mengungsi. Namun, upaya yang paling penting saat ini adalah segera mengevakuasi masyarakat yang terdampak banjir ke tempat yang aman. Pendataan pengungsi dilakukan secara paralel dengan proses penyelamatan sehingga kebutuhan masyarakat dapat segera dipenuhi,” jelasnya.
-
Polri Bersinergi dengan Seluruh Instansi
Menurut Brigjen Pol. Trunoyudo, penanganan bencana dilakukan melalui sinergi seluruh unsur agar proses evakuasi berjalan cepat dan efektif.
“Anggota kami hingga saat ini masih terus bekerja di lapangan untuk mengevakuasi masyarakat yang terdampak banjir. Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami bekerja sama dengan BPBD, Basarnas, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh stakeholder terkait dan masyarakat agar proses evakuasi, pendataan pengungsi, dan penyaluran bantuan dapat berjalan secara optimal hingga situasi kembali aman,” tegasnya.
Polri juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta segera melaporkan apabila terdapat warga yang membutuhkan pertolongan.
Hingga berita ini diterbitkan, personel SAR Brimob Polda Sumatera Barat masih melaksanakan evakuasi dan bersiaga di lokasi-lokasi terdampak banjir sebagai bagian dari komitmen Polri untuk hadir melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dalam situasi darurat.
(Helmi/rls)
- Penulis: Helmy kaperwil Aceh
- Editor: Ansori




