BUKU “KISAH DARI TANAH LADO” DILUNCURKAN DI FESTIVAL LITERASI LAMPUNG, 15 CERITA RAKYAT DOKUMENTASIKAN BUDAYA LAMPUNG
- account_circle ROJALI
- calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
- print Cetak

-
*BUKU “KISAH DARI TANAH LADO” DILUNCURKAN DI FESTIVAL LITERASI LAMPUNG, 15 CERITA RAKYAT DOKUMENTASIKAN BUDAYA LAMPUNG*
*BANDAR LAMPUNG*, Wartahukum.id – Pemprov Lampung melalui Festival Literasi Lampung resmi meluncurkan buku *”Kisah dari Tanah Lado”*. Buku antologi ini menghimpun 15 cerita rakyat dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Selasa (28/7/2026).
Peluncuran dilakukan secara simbolis dengan penyerahan buku dari *Eko Prasetyo* yang mewakili 15 penulis kepada *Bunda Literasi Provinsi Lampung*. Penyerahan disaksikan langsung oleh *Wakil Gubernur Lampung* di hadapan para peserta Festival Literasi Lampung.
-
*KOLABORASI LINTAS DAERAH JAGA BUDAYA LAMPUNG*
-
Buku “Kisah dari Tanah Lado” ditulis oleh 15 penulis yang masing-masing mewakili satu kabupaten/kota. Kehadiran buku ini merupakan ikhtiar mendokumentasikan cerita-cerita rakyat yang selama ini hidup di tengah masyarakat agar tetap lestari dan diwariskan ke generasi muda.
Eko Prasetyo mengatakan, lahirnya buku ini menunjukkan bahwa kolaborasi mampu melahirkan karya yang tidak hanya bernilai literasi, tetapi juga memperkuat identitas budaya daerah.
-
“Buku ini adalah hasil kerja bersama para penulis lokal, Bunda Literasi di setiap kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi Lampung, serta dukungan Bank Indonesia sebagai sponsor,” kata Eko.
-
*LITERASI SEBAGAI JALAN MERAWAT BUDAYA*
Eko menilai Festival Literasi Lampung adalah praktik baik yang perlu terus dipertahankan. Melalui festival, potensi penulis lokal dihimpun untuk mendokumentasikan kekayaan budaya Lampung dalam bentuk karya yang bisa dibaca lintas generasi.
-
“Di tengah berbagai tantangan, termasuk efisiensi anggaran, Pemerintah Provinsi Lampung perlu terus menghadirkan terobosan yang menggerakkan ekosistem literasi. Pemerintah harus jadi katalisator yang mempertemukan berbagai pihak,” ujarnya.
Ia berharap “Kisah dari Tanah Lado” menjadi awal lahirnya lebih banyak karya yang menggali sejarah, tradisi, cerita rakyat, hingga kearifan lokal di Lampung.
-
“Budaya akan tetap hidup ketika terus diceritakan, dituliskan, dan dibaca. Buku ini bukan sekadar kumpulan cerita rakyat, melainkan investasi pengetahuan yang menjaga ingatan kolektif masyarakat Lampung di masa depan,” pungkas Eko.
Peluncuran buku ini menegaskan bahwa literasi tidak hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga jalan untuk merawat identitas budaya dan memastikan warisan lokal tetap hidup di tengah perubahan zaman.Rojali/Rls.
- Penulis: ROJALI
- Editor: RojaliJalex
- Sumber: `Eko Prasetyo - Perwakilan Penulis "Kisah dari Tanah Lado"`




