Kepala Desa Ogan Jaya Nyaris Dibunuh Usai Tolak Tanda Tangan Tanah 100 Hektare Minta Perlindungan Presiden Prabowo
- account_circle Mimi Kabiro Wartahukum.id Lampura
- calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
- print Cetak

Kepala Desa Ogan Jaya Nyaris Dibunuh Usai Tolak Tanda Tangan Tanah 100 Hektare Minta Perlindungan Presiden Prabowo
Lampung Utara, Wartahukum.id – Kepala Desa Ogan Jaya, Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara, Hevi Sondia, mengaku nyaris menjadi korban pembunuhan setelah menolak menandatangani dokumen tanah seluas 100 hingga 106 hektare.
Peristiwa tersebut terjadi usai dirinya mengikuti mediasi sengketa tanah di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara pada Senin (21/9/2026).
Dalam video pengakuan yang beredar luas di media sosial, Hevi secara terbuka memohon perlindungan kepada Presiden Prabowo Subianto, Komisi III DPR RI, Kapolri, Kapolda Lampung, hingga Kapolres Lampung Utara.
-
“Saya Hevi Sondia, Kepala Desa Ogan Jaya. Memohon kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Komisi III DPR RI, Bapak Kapolri, Bapak Kapolda, dan Pak Kapolres Lampung Utara agar permasalahan percobaan pembunuhan yang dilakukan di lingkungan Pemda Lampung Utara itu agar segera pelakunya ditangkap,” tegas Hevi dalam video tersebut.
Hevi menceritakan, mediasi tersebut dipimpin awalnya oleh Camat Abung Pekurun Darwis, kemudian dilanjutkan oleh Wakil Bupati Lampung Utara Romli. Turut hadir mantan Kades Ogan Jaya Juanda dan seorang warga bernama Agus Rahmat Suhada alias Agus Tiada Tara.
Dalam mediasi itu, dirinya diminta menandatangani berkas kepemilikan tanah seluas 100-106 hektare atas nama Agus Rahmat Suhada.
-
“Saya diminta tanda tangan surat tanah sebanyak 100 hektare, 106 hektare. Saya tolak, karena dasarnya hanya kuitansi dan surat jual beli. Saya sudah tanya tokoh-tokoh masyarakat Desa Ogan Jaya, tidak ada yang tahu ada kepemilikan tanah seluas itu atas nama Agus,” ungkapnya.
Penolakan tersebut diduga memicu kemarahan. Hevi mengaku dipukul saat keluar dari gedung Pemkab Lampung Utara sekitar pukul 17.20 WIB.
-
“Atas nama oknum Agus Rahmat Suhada tersebut memukul saya. Lalu saudara-saudaranya mengeluarkan laduk (parang) mengejar saya sampai ke kantor Capil. Saya sangat trauma sekali,” ujarnya.
Hevi kemudian berlari menyelamatkan diri melalui Jalan Pahlawan menuju Polres Lampung Utara untuk membuat laporan resmi. Ia mengaku trauma dan khawatir akan keselamatan dirinya dan keluarganya.
-
“Saya memohon sekali orang-orang seperti ini segera ditangkap. Kami ingin tenang,” pintanya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Agus Rahmat Suhada maupun dari Pemkab Lampung Utara terkait tudingan penyerangan tersebut.
- Penulis: Mimi Kabiro Wartahukum.id Lampura
- Editor: RojaliJalex
- Sumber: Tangkapan layar video viral Hevi Sondia - Senin 21 September 2026




