Masyarakat Adat Pitung Tiyuh Tanjung Kemala Matangkan Persiapan Aksi Damai ke BPN
- account_circle ansori kabiro
- calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
- print Cetak

Masyarakat Adat Pitung Tiyuh Tanjung Kemala Konsolidasi Jelang Aksi Damai
PESAWARAN,wartahukum.id—Masyarakat Adat Pitung Tiyuh Tanjung Kemala matangkan persiapan aksi damai ke BPN Pesawaran melalui kegiatan pemantapan dan konsolidasi yang digelar pada Selasa, 16 Juni 2026. Kegiatan tersebut dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat, sesepuh, pemuda, serta perwakilan peserta aksi.
Konsolidasi dilakukan untuk menyatukan pemahaman, memperkuat komitmen bersama, dan memastikan seluruh rangkaian aksi berlangsung secara tertib, damai, serta sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
-
Aksi Damai Bertujuan Sampaikan Aspirasi Masyarakat Adat
Panitia menjelaskan bahwa aksi damai yang akan dilaksanakan pada Rabu, 17 Juni 2026 merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat adat untuk memperoleh kejelasan, keadilan, dan kepastian hukum atas hak-hak masyarakat adat yang selama ini diperjuangkan.
Selain itu, kegiatan pemantapan juga menjadi sarana untuk menyampaikan teknis pelaksanaan aksi kepada seluruh peserta agar kegiatan berjalan aman dan kondusif.
-
Koordinator Aksi Ajak Peserta Jaga Persatuan dan Ketertiban
Koordinator aksi, Safrudin Tanjung, mengimbau seluruh peserta untuk menjaga kekompakan, ketertiban, dan mengedepankan sikap santun selama kegiatan berlangsung.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kekompakan. Aksi ini merupakan aksi damai yang dilakukan secara konstitusional untuk menyampaikan aspirasi masyarakat adat Tanjung Kemala. Kami berharap pemerintah dan pihak terkait dapat mendengarkan serta memberikan solusi yang adil atas persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujar Safrudin Tanjung.
Menurutnya, aksi damai tersebut merupakan bentuk penyampaian pendapat yang dijamin oleh konstitusi dan dilakukan dengan mengedepankan prinsip-prinsip demokrasi.
-
Sekitar 2.000 Peserta Dijadwalkan Ikut Aksi
Berdasarkan rencana yang telah disusun panitia, aksi damai diperkirakan akan diikuti sekitar 2.000 peserta dari berbagai wilayah.
Massa dijadwalkan berkumpul di samping SPBU Desa Taman Sari, Kecamatan Gedong Tataan, sebelum bergerak menuju Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pesawaran untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Panitia juga telah menyiapkan berbagai langkah koordinasi guna memastikan seluruh peserta mengikuti arahan yang telah ditetapkan selama kegiatan berlangsung.
-
Berbagai Organisasi Nyatakan Dukungan
Aksi damai tersebut mendapat dukungan dan pendampingan dari sejumlah organisasi masyarakat, organisasi profesi, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta organisasi pers di Kabupaten Pesawaran dan Provinsi Lampung.
Beberapa organisasi yang menyatakan dukungan antara lain Forum Masyarakat Pesawaran Bersatu (FMPB), LSM Aliansi Masyarakat Pesawaran (AMP), LIPAN, Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Pesawaran (FKW-KF), KOWAPI, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I), Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI), Forum Pers Independent Indonesia (FPII), LSM MAUNG, Laskar Lampung, Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Kabupaten Pesawaran, serta sejumlah organisasi lainnya.
-
Panitia Harapkan Aksi Berjalan Aman dan Kondusif
Panitia berharap seluruh peserta dapat mematuhi arahan yang telah disampaikan dalam kegiatan pemantapan sehingga aksi berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Selain itu, panitia menegaskan pentingnya menghormati peraturan perundang-undangan yang berlaku selama pelaksanaan kegiatan.
Melalui aksi damai tersebut, masyarakat adat berharap aspirasi yang disampaikan dapat menjadi perhatian pemerintah dan pihak terkait sehingga mendorong terwujudnya penyelesaian yang adil serta memberikan kepastian hukum bagi Masyarakat Adat Pitung Tiyuh Tanjung Kemala.(Ansori/rls)
✅ Jenis Berita:
Straight News (berita langsung yang berfokus pada persiapan aksi, tujuan kegiatan, jumlah peserta, dukungan organisasi, dan pernyataan resmi koordinator aksi secara faktual dan berimbang).
- Penulis: ansori kabiro




