Sidang TPP Rutan Manna Evaluasi Pembinaan WBP dan Tamping
- account_circle Hengki kabiro Tangerang
- calendar_month 19 menit yang lalu
- print Cetak

Sidang TPP Rutan Manna Bahas Evaluasi WBP dan Pengangkatan Tamping
MANNA,wartahukum.id—Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Manna kembali menggelar Sidang TPP Rutan Manna bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rabu (15/9/2026). Kegiatan berlangsung di Graha Serbaguna Rutan Manna mulai pukul 09.00 WIB sebagai forum evaluasi pembinaan sekaligus menentukan langkah lanjutan bagi WBP.
Sidang tersebut dipimpin jajaran struktural Rutan Manna. Hadir Kasubsi Pelayanan Tahanan Rio Trisna Dayu, S.I.Kom., M.A.P, Kasubsi Pengelolaan Yosa Efriyanto, S.M, Kepala Kesatuan Pengamanan Hastomo Arbi, S.E, perwakilan Pos Bapas Gunturman, serta perwakilan Kantor Wilayah Ditjenpas Bengkulu yang mengikuti secara virtual.
Selain itu, staf Rutan, WBP yang mengikuti persidangan, serta keluarga WBP turut hadir dalam kegiatan tersebut.
-
Tiga Agenda Utama Dibahas dalam Sidang TPP Rutan Manna
Dalam Sidang TPP Rutan Manna, tim membahas tiga agenda utama terkait proses pembinaan WBP.
Pertama, tim mengevaluasi perkembangan pembinaan, sikap, perilaku, serta ketaatan WBP selama menjalani masa pembinaan di Rutan Manna.
Kedua, tim membahas usulan program integrasi bagi WBP yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif.
Ketiga, tim membahas usulan pengangkatan WBP sebagai tamping dengan mempertimbangkan rekam jejak kelakuan baik serta keaktifan WBP dalam berbagai kegiatan pembinaan.
-
Rutan Manna Pastikan Evaluasi WBP Berjalan Objektif dan Komprehensif
Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Manna, Rio Trisna Dayu, S.I.Kom., M.A.P, menegaskan bahwa sidang TPP menjadi salah satu tolok ukur dalam pelaksanaan pembinaan WBP.
“Sidang TPP ini kita laksanakan untuk menilai secara komprehensif perkembangan WBP. Kami melihat dari aspek perilaku, ketaatan, dan partisipasi dalam kegiatan pembinaan. Tujuannya agar usulan integrasi maupun pengangkatan tamping benar-benar diberikan kepada WBP yang layak dan siap kembali ke masyarakat,” jelasnya.
Melalui evaluasi tersebut, Rutan Manna berupaya memastikan setiap usulan pembinaan lanjutan memiliki dasar penilaian yang jelas serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
-
Bapas Ikut Menilai Kesiapan WBP dan Dukungan Keluarga
Perwakilan Pos Bapas, Gunturman, turut menyampaikan pandangannya mengenai kesiapan WBP yang mengikuti proses integrasi.
“Dari sisi Bapas, kami melihat kesiapan WBP tidak hanya dari berkas, tetapi juga dari komitmen mereka untuk berubah. Sesi tanya jawab tadi penting untuk memastikan keluarga juga siap mendukung WBP saat menjalani program integrasi nanti,” ungkapnya.
Karena itu, kesiapan WBP tidak hanya dilihat berdasarkan kelengkapan administrasi. Komitmen untuk berubah serta dukungan keluarga juga menjadi bagian penting dalam proses persiapan menjalani program integrasi.
-
Sesi Tanya Jawab Buka Ruang Dialog Bersama WBP dan Keluarga
Sidang TPP juga diisi dengan sesi tanya jawab terbuka antara Tim Pengamat Pemasyarakatan, WBP, dan keluarga.
Sesi tersebut menjadi ruang dialog untuk menggali komitmen WBP dalam mengikuti pembinaan sekaligus mengetahui rencana kegiatan mereka setelah mengikuti program integrasi.
Dengan adanya dialog tersebut, tim dapat memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai kesiapan WBP sebelum memberikan rekomendasi kepada pimpinan.
-
Kepala Rutan Manna Tekankan Pembinaan Berbasis Keadilan dan Transparansi
Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si, turut memberikan arahan dalam kegiatan tersebut.
“Kami berkomitmen menjalankan pembinaan dengan prinsip keadilan dan transparansi. Melalui sidang TPP ini, kami ingin memastikan pembinaan di rutan tidak berhenti di tembok, tetapi menjadi jembatan bagi WBP untuk kembali dan berkontribusi positif di masyarakat,” tegasnya.
Hannibal menekankan bahwa proses pembinaan harus mampu mempersiapkan WBP agar dapat kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat secara positif.
-
Hasil Sidang Menjadi Dasar Rekomendasi Program Pembinaan dan Tamping
Hasil sidang selanjutnya akan menjadi bahan rekomendasi kepada pimpinan untuk menentukan program pembinaan lanjutan, program integrasi, serta pengangkatan tamping.
Sebagai tindak lanjut, Rutan Manna akan mendokumentasikan hasil sidang dan melakukan koordinasi dengan Pos Bapas serta Kanwil Ditjenpas Bengkulu.
Sementara itu, proses pengangkatan tamping akan tetap mengikuti prosedur yang berlaku dengan memperhatikan aspek keamanan dan pembinaan.
(Hengki/rls)
- Penulis: Hengki kabiro Tangerang
- Editor: Ansori





