Mualem Upayakan Listrik Gratis bagi Korban Banjir di Huntara
- account_circle Helmy kaperwil Aceh
- calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
- print Cetak

Gubernur Aceh Minta PLN Lanjutkan Layanan Listrik hingga Warga Menempati Huntap
ACEH TAMIANG, WartaHukum.id — Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, menyatakan pemerintah terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan listrik bagi korban banjir yang menempati hunian sementara (huntara), termasuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat agar biaya listrik digratiskan.
Hal tersebut disampaikan Mualem saat meninjau huntara yang telah selesai dibangun untuk masyarakat korban banjir di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (13/10/2026).
Dalam kunjungan itu, Mualem mendengar langsung aspirasi warga yang berharap biaya listrik selama menempati huntara tidak dibebankan kepada masyarakat terdampak bencana.
-
Mualem Akui Masih Ada Kekurangan Fasilitas Huntara
Mualem mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam penyediaan fasilitas huntara. Pemerintah Aceh, kata dia, akan terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar warga, mulai dari sanitasi, air bersih hingga listrik.
“Kita tahu saat ini memang banyak masih kurangnya, tapi InsyaAllah kita akan terus upayakan lebih sempurna, baik itu WC, air bersih hingga listrik,” ujar Mualem.
Menurutnya, pemenuhan fasilitas dasar tersebut penting untuk mendukung kehidupan masyarakat selama tinggal di hunian sementara sebelum dapat menempati hunian tetap (huntap).
-
Pemprov Aceh Sudah Surati Dirut PLN
Terkait kebutuhan listrik bagi penghuni huntara, Pemerintah Aceh sebelumnya telah mengirimkan surat kepada Direktur Utama PT PLN pada 8 Oktober 2026. Surat tersebut berisi permintaan perpanjangan dukungan layanan listrik bagi masyarakat korban banjir yang masih tinggal di hunian sementara.
Aspirasi warga mengenai listrik gratis baru diterima Mualem saat kunjungan pada 13 Oktober 2026. Namun, upaya memperpanjang layanan listrik telah disampaikan beberapa hari sebelumnya melalui surat resmi kepada PLN.
Dalam surat tersebut, Mualem menjelaskan bahwa berdasarkan perkembangan terakhir, dukungan layanan listrik bagi penghuni huntara akan berakhir pada Oktober 2026. Sementara itu, sebagian masyarakat terdampak bencana masih tinggal di huntara karena pembangunan hunian tetap belum seluruhnya selesai dan belum dapat ditempati.
“Dalam kondisi tersebut, keberlanjutan layanan listrik menjadi bagian penting dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa transisi menuju pemulihan,” demikian isi surat tersebut.
-
Listrik Dinilai Penting bagi Kehidupan Warga
Mualem menilai listrik tidak hanya dibutuhkan untuk keperluan rumah tangga, tetapi juga menunjang pendidikan, kesehatan, keamanan, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Aceh meminta PLN melanjutkan layanan listrik di lokasi-lokasi huntara sampai masyarakat terdampak dapat menempati hunian tetap dan kembali menjalani kehidupan serta aktivitas ekonomi secara layak dan mandiri.
Pemerintah Aceh berharap dukungan layanan listrik dapat terus tersedia selama masa transisi pemulihan, sehingga kebutuhan dasar masyarakat korban banjir tetap terpenuhi hingga pembangunan huntap selesai.
(Helmy)
- Penulis: Helmy kaperwil Aceh
- Editor: Ansori




