Plt Sekda Aceh Buka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik AMSI
- account_circle Helmy kaperwil Aceh
- calendar_month 14 menit yang lalu
- print Cetak

Taufik Tekankan Akurasi, Verifikasi, dan Independensi Pers di Tengah Arus Informasi yang Cepat
BANDA ACEH,wartahukum.id — Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, ST, M.Si., membuka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Aceh di Hotel Ayani, Banda Aceh, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat profesionalisme jurnalis serta mendorong penerapan kode etik dalam praktik jurnalistik sehari-hari.
-
AMSI Dinilai Berperan Memperkuat Profesionalisme Pers
Dalam sambutannya, Taufik mengapresiasi AMSI Aceh yang menyelenggarakan pelatihan tersebut. Menurutnya, AMSI memiliki peran strategis dalam mendorong media menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, independen, dan bertanggung jawab.
Ia menilai pers memiliki posisi penting dalam mendukung pembangunan, menjaga perdamaian, menyuarakan kebutuhan masyarakat, serta mengawasi kebijakan publik.
Karena itu, pemerintah dan pers diharapkan dapat menjalankan peran masing-masing secara proporsional. Komunikasi yang terbuka perlu terus dibangun tanpa mengurangi independensi pers dalam menjalankan fungsi jurnalistiknya.
-
Jurnalis Diingatkan Mengutamakan Akurasi dan Verifikasi
Di tengah arus informasi yang semakin cepat, Taufik mengingatkan para jurnalis agar tidak mengabaikan akurasi dan verifikasi dalam menyajikan berita kepada masyarakat.
“kecepatan pemberitaan harus berjalan seiring dengan akurasi dan verifikasi. Setiap informasi perlu diperiksa sumber dan konteksnya,” ujarnya.
Menurutnya, pemeriksaan sumber dan konteks informasi merupakan bagian penting untuk menjaga kualitas pemberitaan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap media.
-
Pelatihan Diharapkan Berdampak pada Kualitas Pemberitaan
Taufik berharap pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut dapat memperkuat pemahaman peserta mengenai Kode Etik Jurnalistik dan penerapannya dalam pekerjaan sehari-hari.
Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan juga diharapkan dapat diterapkan di ruang redaksi, sehingga media mampu menghasilkan informasi yang akurat, berkualitas, dan bertanggung jawab bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, penguatan kapasitas jurnalis diharapkan berjalan beriringan dengan komitmen menjaga profesionalisme dan independensi pers dalam menjalankan fungsi informasinya.
Banda Aceh — Helmy
- Penulis: Helmy kaperwil Aceh
- Editor: Ansori





