640 Pedagang Pasar Subuh Kramatjati Direlokasi Damai
- account_circle Muhammad. Toyib
- calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
- print Cetak

Relokasi 640 Pedagang Pasar Subuh Kramatjati Berlangsung Tanpa Kerusuhan
JAKARTA,wartahukum.id—Sebanyak 640 pedagang kaki lima (PKL) Pasar Subuh Kramatjati, Jakarta Timur, yang merupakan anggota Ormas Masyarakat Madura Asli (Madas) Nusantara, direlokasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Relokasi yang berlangsung pada Selasa (1/9/2026) tersebut berjalan damai tanpa kerusuhan. Para pedagang disiapkan untuk menempati Lokasi Binaan (Lokbin) serta lahan kosong milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
-
Relokasi Disebut Menjadi Penyelesaian Persoalan Puluhan Tahun
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan upaya merelokasi pedagang kaki lima Pasar Subuh Kramatjati telah berlangsung selama lebih dari 50 tahun, namun belum pernah terealisasi.
Menurut Pramono, keberhasilan relokasi kali ini tidak terlepas dari dukungan dan komunikasi bersama Ormas Madas Nusantara sehingga penataan dapat dilakukan secara damai dan para pedagang mendapatkan lokasi yang dinilai lebih layak.
“Para pedagang kakilima Pasar Subuh Kramatjati disiapkan tempat yang baik. Jadi tidak lagi berjualan di trotoar badan jalan. Pedagang nantinya hanya membayar Rp.6 ribu per hari. Selama enam bulan gratis. Kemudian fasilitas lainnya disiapkan Pemda, termasuk drainase, kipas angin, produk ikannya juga ikut dibantu dipasarkan,” tegas Pramono saat berdialog dengan para pedagang ikan di Lokbin Kramatjati, Jakarta Timur.
Dalam pelaksanaan relokasi dan peninjauan lokasi baru, Pramono Anung didampingi Ketum Ormas Madas Nusantara, KRH.HM.Jusuf Rizal, Ketua Koperasi UMKM Madas Nusantara H. Mutarom selaku koordinator pedagang, Wali Kota Jakarta Timur, Camat Kramatjati, Forkopimda Jakarta Timur serta ratusan anggota Madas Nusantara.
-
Pedagang Mengeluhkan Pembeli Masih Sepi di Lokasi Baru
Dalam dialog bersama Gubernur DKI Jakarta, sejumlah pedagang ikan menyampaikan bahwa mereka menyambut baik lokasi baru di Pasar Lokbin Kramatjati.
Namun, pedagang mengungkapkan bahwa setelah berpindah, jumlah pembeli masih relatif sepi. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap pendapatan pedagang yang menggantungkan kehidupan sehari-hari dari aktivitas jual beli.
Menanggapi keluhan tersebut, Pramono meminta stafnya membantu melakukan promosi agar masyarakat mengetahui bahwa aktivitas perdagangan Pasar Subuh Kramatjati telah berpindah ke lokasi baru.
-
Madas Nusantara Dukung Penataan Kota Jakarta
Ketum Madas Nusantara HM. Jusuf Rizal dan H. Mutarom mengatakan relokasi tersebut merupakan bagian dari upaya menjalankan program organisasi dalam membina, melindungi dan meningkatkan kesejahteraan anggota.
Madas Nusantara, yang disebut sebagai salah satu organ relawan pendukung pasangan Pramono-Rano pada Pilgub 2024, menyatakan mendukung program Pemprov DKI Jakarta dalam menata Kota Jakarta.
Namun, penataan tersebut diharapkan tetap memperhatikan kepentingan para pedagang kaki lima yang selama puluhan tahun, bahkan secara turun-temurun, menggantungkan mata pencaharian dari aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.
“Kami memberi apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta, Paramono Anung. Karena, selain diberikan Lokbin yang menampung 120 pedagang Ikan, dan sisanya diberikan lahan untuk tempat jadi Pasar Subuh di Kramatjati. Kami akan koordinasi dengan Walikota dan Camat guna merealisasi itu,” tegas Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak, penggiat anti korupsi itu.
-
Pemda Siapkan Lokasi Baru untuk Pedagang Pasar Subuh
Pasar Subuh Kramatjati selama ini menjadi tempat pedagang kaki lima sektor nonformal berdagang secara turun-temurun. Komoditas yang dijual antara lain ikan, daging, ayam, sayuran hingga kue.
Pasar tersebut juga menjadi salah satu lokasi bagi pedagang lain untuk mengambil barang dagangan. Aktivitas perdagangan biasanya berlangsung pada malam hingga dini hari, sekitar pukul 21.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB.
Para pedagang sebelumnya beraktivitas di trotoar dan area di atas selokan. Setelah pukul 06.00 WIB, aktivitas perdagangan disebut telah berhenti dan kawasan kembali dibersihkan.
“Kami oleh Pak Gubernur, Pramono diberikan waktu tiga minggu untuk menyiapkan lokasi baru Pasar Subuh agar pedagang lain bisa segera pindah dengan berjualan lebih nyanam dan aman. Tidak kena semprit Satpol PP,” tegas Jusuf Rizal, pria keturunan Raja Madura, Arya Wiraraja, Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu.
-
Madas Nusantara Siapkan Pelatihan dan Perlindungan Pedagang
Jusuf Rizal mengatakan Madas Nusantara juga akan melakukan sejumlah langkah pembinaan terhadap para pedagang kaki lima Kramatjati.
Program tersebut antara lain pelatihan bagi pedagang, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan serta upaya mengusahakan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Jakarta.
Para pedagang disebut merupakan pekerja sektor nonformal dan anggota PUK Madas Nusantara-FSPTSI-KSPSI.
“Kami akan bersurat secara resmi kepada Gubernur DKI Jakarta agar dalam proses pengajuan KUR tidak dipersulit, sebab seringkali ada saja oknum-oknum yang tidak pro pada perbaikan. Kita minta Bank DKI Jakarta dan BPJS Ketenagakerjaan juga bisa sosialisasi,” papar Jusuf Rizal, Ketum PWMOI (Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia) itu.
Relokasi tersebut diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan penataan kawasan, tetapi juga memberikan kepastian tempat usaha yang lebih aman dan layak bagi para pedagang.
Penulis: Muhammad Toyyib
Penertiban: Andri Sunarya
- Penulis: Muhammad. Toyib
- Editor: Ansori




