Plt Sekda Aceh Buka SYAFIF Goes to Aceh, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah
- account_circle Helmy kaperwil Aceh
- calendar_month 33 menit yang lalu
- print Cetak

Bacakan Sambutan Gubernur Muzakir Manaf, Taufik Ajak Perluas Akses Pembiayaan UMKM dan Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah
BANDA ACEH,wartahukum.id – Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, membuka kegiatan Opening Ceremony Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Aceh di pelataran Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (9/10/2026).
Pada kesempatan tersebut, Taufik membacakan sambutan tertulis Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang menekankan pentingnya penguatan ekonomi dan keuangan syariah agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam sambutan itu, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pelaku usaha jasa keuangan syariah, asosiasi industri, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah menyelenggarakan SYAFIF Goes to Aceh.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendekatkan masyarakat dengan berbagai produk dan layanan keuangan syariah, sekaligus memperluas pemahaman mengenai manfaat dan peluang pengembangan ekonomi syariah.
-
Ekonomi Syariah Jadi Potensi Strategis Aceh
Gubernur menilai penguatan ekonomi dan keuangan syariah memiliki arti strategis bagi Aceh karena nilai-nilai syariat Islam merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.
Nilai tersebut, menurutnya, perlu diwujudkan tidak hanya dalam kehidupan sosial dan keagamaan, tetapi juga dalam aktivitas ekonomi yang produktif, inklusif, dan berkeadilan.
Dalam sambutan yang dibacakan Taufik, Gubernur juga menyinggung capaian Aceh yang meraih sembilan penghargaan pada Anugerah Adinata Syariah 2026.
Penghargaan tersebut mencakup sejumlah bidang, antara lain inklusi dan literasi keuangan syariah, pariwisata ramah Muslim, inkubasi bisnis usaha syariah, ekonomi pesantren, keuangan mikro syariah, hingga pengembangan kuliner halal.
Meski demikian, capaian tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kebanggaan atau penghargaan semata. Sebaliknya, prestasi itu perlu menjadi dorongan untuk memperkuat pengembangan ekonomi syariah yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
-
UMKM dan Pesantren Didorong Mendapat Akses Lebih Luas
Gubernur Aceh berharap pengembangan ekonomi syariah dapat membuka lebih banyak peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), meningkatkan literasi keuangan generasi muda, serta memperkuat kemandirian ekonomi pesantren.
“Kami berharap semakin banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperoleh akses pembiayaan, generasi muda memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pengelolaan keuangan, serta kemandirian ekonomi pesantren dan pengembangan produk unggulan Aceh melalui industri halal semakin meningkat,” ujar Taufik membacakan sambutan Gubernur.
Harapan tersebut menegaskan bahwa penguatan ekonomi syariah perlu diwujudkan melalui akses pembiayaan yang lebih luas, pemahaman keuangan yang memadai, serta pengembangan usaha yang sesuai dengan potensi daerah.
-
Pemerintah Aceh Perkuat Kolaborasi dengan OJK dan Pemangku Kepentingan
Gubernur juga mengajak masyarakat memanfaatkan SYAFIF Goes to Aceh sebagai ruang untuk belajar, berkonsultasi, mengenal produk dan layanan keuangan syariah, serta membuka peluang kerja sama dan pengembangan usaha.
Pemerintah Aceh, lanjutnya, akan terus memperkuat kolaborasi dengan OJK, lembaga keuangan, dunia usaha, perguruan tinggi, pesantren, dan para pemangku kepentingan lainnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah.
Melalui kolaborasi tersebut, ekonomi syariah diharapkan tidak hanya berkembang sebagai konsep, tetapi juga menjadi kekuatan nyata dalam membuka kesempatan usaha, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan, dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat Aceh.
Kegiatan SYAFIF Goes to Aceh diharapkan dapat memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Aceh.
(Helmi)
- Penulis: Helmy kaperwil Aceh
- Editor: Ansori




